MerahPutih.com - Barcelona mengalami kekalahan telak di Metropolitano, tetapi mereka melakukannya tanpa dua pemain pilarnya, yakni Pedri dan Raphinha.
Gelandang asal Kepulauan Canary itu masih membutuhkan lebih banyak waktu dan sedang berupaya untuk kembali bermain saat melawan Levante. Namun, Raphinha sudah jauh lebih dekat dengan pemulihan.
Penyerang asal Brasil itu mengambil langkah maju lainnya dengan menyelesaikan sesi latihan penuh pertamanya bersama tim.
Ia diperkirakan akan berlatih lagi dan bisa dimasukkan dalam daftar pemain untuk pertandingan di Girona, meskipun tidak menjadi starter.
Baca juga:
Kalah Memalukan dari Atletico Madrid, Apakah Barcelona Masih Punya Harapan di Camp Nou?
Barcelona Kehilangan Nyawa saat Raphinha Absen
Absennya Raphinha memperjelas satu hal, yakni Barca sangat merindukannya ketika ia tidak ada. Keenam kekalahan Barcelona musim ini terjadi ketika Raphinha absen atau tidak dalam kondisi prima. Dalam lima kekalahan tersebut, ia absen karena cedera.
Sementara dalam pertandingan lainnya (melawan Chelsea), ia hanya bermain selama 28 menit dan masuk ke lapangan saat skor sudah 3-0. Kontrasnya sulit diabaikan. Sederhananya: tanpa Raphinha, tidak ada pesta.
Pengaruhnya jauh melampaui papan skor. Analisis rinci performa Barcelona dengan dan tanpa pemain Brasil ini menyoroti penurunan level keseluruhan yang jelas ketika ia absen.
Tim jadi lebih kurang efisien dalam menyerang, kemudian penurunan tersebut berdampak domino pada pertahanan yang membuat mereka lebih rentan. Statistik tersebut telah menunjukkan penjelasan yang meyakinkan untuk kemunduran klub.
Baca juga:
Barcelona Putuskan Mundur dari Liga Super Eropa, Proyek Makin Terpuruk
Raphinha telah absen dalam 15 pertandingan sejauh musim ini. Tanpa kehadirannya, Barcelona rata-rata kebobolan 2,33 gol per pertandingan, dibandingkan dengan 2,82 gol saat ia bermain.
Hal lebih mencolok adalah perbedaan di lini pertahanan: tim kebobolan 1,8 gol per pertandingan tanpa dirinya, dibandingkan hanya 0,77 gol saat ia berada di lapangan.
Meskipun Barcelona melakukan jumlah tembakan yang hampir sama terlepas dari kehadirannya, baik tembakan tepat sasaran maupun efisiensi penyelesaian akhir meningkat secara signifikan, ketika Raphinha berada di lapangan.
Mungkin yang paling mencolok adalah dampak defensifnya. Lawan menghasilkan lebih banyak tembakan tepat sasaran per pertandingan saat ia absen (4,47 dibandingkan 3,82), kemudian kiper menghadapi kesulitan yang lebih besar, dengan persentase penyelamatan turun dari 79,76% dengan Raphinha menjadi 59,7% tanpanya.
Baca juga:
Perebutan Gelar La Liga Memanas, Barcelona dan Real Madrid Bisa Saling Kejar hingga Akhir Musim
Raphinha Ikut Bantu Jaga Pertahanan Barcelona
Raphinha tidak hanya memberikan ancaman serangan, tetapi juga intensitas dan kerja keras dalam pertahanan. Barcelona memenangkan persentase duel defensif yang lebih tinggi dengannya (63,15% dibandingkan 61,15%), yang mencegat lebih banyak umpan dan merebut lebih banyak bola lepas.
Tanpa dia, tim rata-rata melakukan 74,4 perebutan bola, 30,53 intersepsi, dan 29,12 perebutan di separuh lapangan lawan.
Jika ia bermain, angka tersebut meningkat menjadi 78,32 perebutan, 32,23 intersepsi, dan 30,82 perebutan bola tinggi.
Bukan kebetulan bahwa Barcelona hampir selalu kalah dalam pertandingan ketika Raphinha absen atau tidak mampu tampil maksimal.
Kabar baiknya adalah kembalinya dia tampaknya sudah dekat. Pemain Brasil itu semakin percaya diri di setiap sesi latihan, dan Hansi Flick sangat menantikan kembalinya dia.
Sebab, Barcelona ingin tetap berada di puncak klasemen saat melawan Girona dan melewati periode penting yang mencakup Liga Champions dan potensi kembalinya ke Copa del Rey sebelum Mei 2026. (sof)