Film

Standar Kelayakan Baru untuk Nominasi Best Picture Academy Awards

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2020
Standar Kelayakan Baru untuk Nominasi Best Picture Academy Awards

AMPAS ke-96 ingin menyatarakan semua ras dan kelompok tertentu. (Foto: People)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEIRING perjalanan Academy Awards, standar untuk nominasi Best Picture atau film terbaik untuk layak mendapatkan Piala Oscar berubah.

Pihak penyelenggara ajang penghargaan piala Oscar, Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan perubahan 'kelayakan' atau standar untuk nominasi Best Picture sebagai bagian dari standar penyantuman baru dalam inisiatif Academy Aperture 2025.

Baca juga:

Jokes Pesohor di Oscars 2020

Mengutip laman People, perubahan standar kelayakan Best Picture tersebut berlaku pada Academy Awards ke-96 yang akan diselenggarakan pada 2024.

Inisiatif keberagaman dan penyantuman ini telah menjadi fokus utama Oscar selama beberapa tahun terakhir. Sementara, kategori lainnya akan mempertahankan persyaratan kelayakan seperti yang telah diberlakukan.

Standar Kelayakan Baru untuk Nominasi Best Picture Academy Awards
Berlaku untuk Piala Oscar ke-96 mendatang. (Foto: NBC Los Angeles)

“Celah harus diperluas untuk mencerminkan populasi global kita yang beragam, baik dalam pembuatan film maupun penonton yang terhubung dengannya. Akademi berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam membantu mewujudkannya,” ujar Presiden Akademi David Rubin dan CEO Akademi Dawn Hudson.

Pernyataan itu menambahkan bahwa mereka yakin standar penyantuman ini akan menjadi katalisator untuk perubahan penting yang bertahan lama dalam industri film.

Di bawah pedoman baru untuk kelayakan nominasi Best Picture, film harus memenuhi dua dari empat standar yaitu representasi, pertemanan, narasi di layar, kepemimpinan kreatif dan tim proyek, akses dan peluang industri, juga pengembangan audiens.

Dalam hal representasi di layar, film harus memiliki setidaknya satu aktor utama atau uaktor pendukung signifikan mewakili kelompok ras yang kurang terwakili, dengan setidaknya tiga persen dari semua aktor dalam peran kecil dari kelompok tersebut.

Baca juga:

Jadi Korban Rasisme di Oscar 2020, Bong Joon Ho Dibela John Legend

Standar Kelayakan Baru untuk Nominasi Best Picture Academy Awards
Parasite menang sebagai Film Terbaik di Oscar 2020. (Foto: The Australian)

Sebagai cara untuk mendorong lebih banyak keragaman dan penyantuman di belakang kamera, kepemimpinan kreatif dalam film didorong untuk terdiri dari perempuan, kelompok ras atau etnis yang kurang terwakili, bagian dari komunitas LGBTQ, atau orang dengan disabilitas. 30 persen kru film juga didorong untuk terdiri dari komunitas yang kurang terwakili.

Fokus baru dalam menyertakan wanita, kelompok ras atau etnis yang kurang terwakili, LGBTQ, dan disabilitas dalam program magang juga akan membuat film memenuhi syarat untuk masuk nominasi kategori Best Picture.

Standar Kelayakan Baru untuk Nominasi Best Picture Academy Awards
Nominasi Film Terbaik Oscar 2020. (Foto: GoldDerby)

Akademi juga memfokuskan representasi kelompok dalam pemasaran, publisitas, dan distribusi film. Harapannya terjadi inklusi yang lebih tinggi dari kelompok perempuan, Latin, Asia, Hitam, dan Pribumi.

Ini adalah perubahan terbaru yang dibawa oleh Akademi. Pada Juni 2020, lebih dari 800 artis diundang untuk bergabung dalam kelompok pemungutan suara Oscar. 36 persen di antaranya adalah orang kulit berwarna sementara 45 persen adalah perempuan. (and)

Baca juga:

5 Fakta Menarik Tentang Piala Oscar

#Film #Oscar #Academy Awards #Penghargaan Film #Ajang Penghargaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Sumpah Darah' Ungkap Teaser Perdana, Asmara Abigail Hadapi Situasi Mengerikan
Teaser Sumpah Darah menampilkan Asmara Abigail dalam kondisi mengerikan. Film ini tayang 26 November 2026.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Film 'Sumpah Darah' Ungkap Teaser Perdana, Asmara Abigail Hadapi Situasi Mengerikan
ShowBiz
Rekomendasi 3 Tontonan Horor Thriller di Netflix, Wajib Banget Ditonton Nih
Beberapa daftar film hingga series yang ditayangkan Netflix merupakan proyek orisial dan ada yang ada telah tayang di platform lain sebelumnya.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Rekomendasi 3 Tontonan Horor Thriller di Netflix, Wajib Banget Ditonton Nih
ShowBiz
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
IMDb mengubah data sejumlah film Israel menjadi Occupied Palestinian Territories. Namun, distribusi Israel mengajukan keberatan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
Dunia
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
Aksi persekusi dipimpin langsung oleh provokator Propemerintah Mordechai David dan Roy Star.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
ShowBiz
Film 'Friend Thing' Siap Bawa Kisah Coming of Age, Dibintangi Emily Deschanel dan Ryder Allen
Society menyiapkan Friend Thing, film coming of age. Debut penyutradaraan Harry Calbom dan dibintangi Emily Deschanel, Ryder Allen, serta Carrie Brownstein.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film 'Friend Thing' Siap Bawa Kisah Coming of Age, Dibintangi Emily Deschanel dan Ryder Allen
ShowBiz
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
Palari Films merilis teaser perdana Desember Jani yang menampilkan kisah keluarga, konflik ibu dan anak, serta hubungan hangat Julia dan Jani.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
ShowBiz
'Narnia: The Magician’s Nephew' Hadir di Bioskop 2027, Meryl Streep Jadi Suara Aslan
Greta Gerwig mengungkap alasan memilih Meryl Streep sebagai suara Aslan di Narnia: The Magician’s Nephew. Film tayang bioskop Februari 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
'Narnia: The Magician’s Nephew' Hadir di Bioskop 2027, Meryl Streep Jadi Suara Aslan
ShowBiz
Dian Sastro Tampil Beda di 'The Fox King: Semusim Lara', Tayang September 2026
Dian Sastro jadi Cikgu Lara dalam 'The Fox King: Semusim Lara', film kolaborasi Indonesia-Malaysia arahan Woo Ming Jin yang sebelumnya diputar di TIFF 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dian Sastro Tampil Beda di 'The Fox King: Semusim Lara', Tayang September 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
FFI 2026 mengumumkan 15 film cerita panjang yang lolos menuju tahap nominasi. Simak daftar lengkapnya dan jadwal malam puncak Piala Citra 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
ShowBiz
'People Pleaser' Angkat Fenomena Gak Enakan ke Layar Lebar, Tayang 19 November 2026
Film drama komedi “People Pleaser: Si Paling Gak Enakan” produksi LYTO Pictures dibintangi Mawar de Jongh dan tayang di bioskop 19 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
'People Pleaser' Angkat Fenomena Gak Enakan ke Layar Lebar, Tayang 19 November 2026
Bagikan