MerahPutih.com - Pelatih Inter Milan Cristian Chivu menyoroti lapangan berumput sintetis Stadion Aspmyra, markas Bodo/Glimt usai timnya menelan kekalahan 1-3 di leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. Meski tidak menjadikan sebagai alasan utama kekalahan, ia merasa kondisi lapangan lebih menguntungkan tuan rumah.
Bodo/Glimt dinilai terbiasa dari Inter Milan. Inter yang mencoba melakukan tekanan selalu menemui kesulitan, termasuk saat meladeni serangan balik cepat tuan rumah.
Tuan rumah unggul lebih dahulu lewat gol Sondre Brunstad Fet menit ke-20. Inter sempat menyamakan skor lewat gol Francesco Pio Esposito pada menit ke-30.
Bodo/Glimt bangkit di babak kedua dan mencetak sepasang gol melalui Jens Petter Hauge menit ke-61 dan Kasper Hogh menit ke-64.
Baca juga:
Tim Pembunuh Raksasa Bodo/Glimt Permak Inter Milan 3-1 di Babak Playoff
Chivu menegaskan tim asuhannya sudah berusaha, meskipun kondisi lapangan menyulitkan.
"(Bodo/Glimt) lebih terbiasa dengan lapangan ini, itu bukan alasan," kata Chivu.
Chivu masih optimistis tim asuhannya bisa membalikkan keadaan pada leg kedua. Leg kedua akan digelar di Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (25/2) dini hari WIB.
"Pertandingan masih terbuka lebar, ada leg kedua yang akan datang. Kami tahu mereka adalah tim yang dapat menyakiti Anda melalui serangan balik, sekarang kami akan mencoba untuk melaju ke babak selanjutnya di Milan," ujar Chivu.