Merahputih.com - Manchester United mulai bergerak aktif memburu penyerang baru guna memperkuat lini serang. Klub raksasa Liga Inggris tersebut kini mengarahkan radar transfer kepada striker muda Inter Milan, Pio Esposito.
Laporan TEAMtalk menyebutkan manajemen Setan Merah mengirim tim pemandu bakat menuju Yunani guna memantau langsung performa sang pemain. Langkah ini diambil seiring meningkatnya rumor kepergian Joshua Zirkzee dari Stadion Old Trafford.
Baca juga:
Legenda Inter Semprot Rafael Leao, Sebut Striker AC Milan Memble
Performa Memukau Pio Esposito
Penyerang didikan akademi Inter Milan tersebut tampil mengesankan saat membela tim nasional Italia. Pemain berusia 20 tahun ini mencetak gol tunggal kemenangan Italia atas Yunani, menyusul performa impresif sebelumnya saat menghadapi Luksemburg.
Musim ini menjadi momen pembuktian ketajaman sang striker pasca menjalani masa peminjaman dua musim bersama Spezia di Serie B.

Pemain jangkung tersebut mengemas 10 gol dan enam umpan matang pada musim penuh pertamanya di level senior. Ketajamannya membuat manajemen Manchester United yakin sang pemain memiliki potensi besar menjadi penyerang tengah kelas dunia.
Skenario Tukar Guling Joshua Zirkzee
Rencana perekrutan ini berjalan beriringan dengan masa depan Joshua Zirkzee yang kian tidak menentu di Inggris.
Mantan penyerang Bologna tersebut kesulitan beradaptasi sejak bergabung pada musim panas lalu. Situasi ini memicu rumor pertukaran pemain, terlebih manajemen Inter Milan kabarnya menyukai gaya bermain Joshua Zirkzee.
Kami melihat peluang besar dalam kesepakatan ini, Inter Milan menghargai sang pemain sebesar Rp1,02 Triliun (£50 juta),
tulis laporan tersebut.
Langkah Manchester United dipastikan tidak mudah karena Inter Milan memproyeksikan sang pemain sebagai pilar masa depan klub.
Selain itu, beberapa klub rival seperti Arsenal, Tottenham Hotspur, hingga pemilik Chelsea (BlueCo) ikut memantau situasi sang pemain selama setahun terakhir.
Selain memantau bintang muda Italia tersebut, tim pemandu bakat Setan Merah juga memanfaatkan perjalanan ke Yunani guna memantau dua penggawa timnas Yunani, Christos Tzolis dan Christos Mouzakitis.