MerahPutih.com - Arema FC dinilai sudah berada di jalur yang benar meski keok 1-3 dari Persija Jakarta di partai perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026 usai takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya di semifinal.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, melihat timnya mengalami perkembangan positif dari lima pertandingan yang telah dijalani tim.
Menurutnya, rangkaian laga tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kesiapan pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
Lima pertandingan di turnamen pramusim sangat membantu proses kami. Selama turnamen, tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,
kata Marcos Santos dikutip dari laman I.League.
Baca juga:
Launching Tim Persija Jakarta Dilengkapi Uji Coba Vs Klub Luar Negeri
Turnamen pramusim juga dimanfaatkan untuk mengintegrasikan para pemain baru, baik dari sisi teknis maupun taktik. Selain itu, para pemain mendapat kesempatan merasakan tekanan dan tuntutan ketika mengenakan jersey Arema FC.
“Sekaligus membuat mereka memahami apa arti menjadi bagian dari Arema FC dan besarnya tekanan ketika mengenakan jersey ini,” ujarnya.
Komposisi Arema FC Sudah 90 Persen, Transfer Masih Terbuka
Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan bahwa komposisi skuad telah mencapai sekitar 90 persen.
Empat pemain asing anyar yang direkrut juga dinilai sesuai dengan kebutuhan dan skema permainan yang diinginkan tim pelatih.
Arema FC belum menghentikan pergerakan di bursa transfer. Hasil evaluasi menjadi pertimbangan untuk merekrut pemain baru yang sesuai dengan kebutuhan Arema FC sebelum Super League.
Baca juga:
“Karena di turnamen pramusim kami melakukan banyak peninjauan dari aspek hasil dan performa pemain yang tampil di lapangan. Evaluasi ini sangat penting dilakukan untuk mengembangkan tim secara keseluruhan,” ujar Yusrinal.
Tim pelatih bisa melihat secara langsung, sektor mana yang masih perlu dibenahi sebelum liga dimulai. Hasil evaluasi itu kemudian dapat menjadi pertimbangan untuk mencari pemain baru yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan,
pungkasnya. (*)