Merahputih.com - Seorang warga memanjatkan doa saat doa bersama untuk korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026).
Puluhan warga dari berbagai wilayah di Bekasi berkumpul di Stasiun Bekasi Timur untuk menggelar doa bersama, salat gaib, dan tabur bunga, mengenang insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4/2026) dan menewaskan puluhan korban serta menyebabkan sejumlah lainnya luka-luka.
Dalam suasana khidmat, lantunan doa dipanjatkan agar para korban mendapat ketenangan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Lilin-lilin dinyalakan di area stasiun, cahayanya berpendar di tengah keheningan sebagai simbol penghormatan terakhir. Sejumlah peserta juga membawa poster berisi pesan duka dan harapan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Aksi ini menjadi wujud solidaritas warga sekaligus pengingat akan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik, khususnya pada moda kereta api. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak warga untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut terus bertambah. Hingga Rabu (29/4/2026), total korban jiwa tercatat mencapai 16 orang. Korban terbaru yang teridentifikasi adalah Mia Citra Rumaisha, seorang karyawan swasta asal Jakarta Timur, yang menjadi korban ke-16 dalam insiden tersebut. (Foto: MP/Didik Setiawan).