Soal Desakan Gus Miftah Mundur, PKB: Kita Dengar Saja
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. (ANTARA/Rio Feisal)
MerahPutih.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyoroti desakan masyarakat yang meminta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Desakan itu dinilai wajar sebagai ekspresi kegeraman masyarakat atas tindakan Gus Miftah yang melontarkan kata Goblok kepada penjual es di tengah ceramahnya.
"Saya pikir kita dengar saja lah, kita dengar saja sebagai desakan, sebagai kegeraman," kata Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12).
Baca juga:
Gus Miftah Bilang Tukang Es Goblok, PKB: Tidak Sesuai dengan Karakter Pak Prabowo
Jazilul berharap Gus Miftah bisa mengambil hikmah dari masalah ini, untuk kemudian memilih kata yang baik dalam bertutur ke depannya.
"Saya pikir pasti ada hikmahnya lah buat Gus Miftah, buat masyarakat Indonesia sebagai pembelajaran bersama," ungkapnya.
Baca juga:
Gus Miftah Terancam Dicopot Prabowo Buntut Umpatannya kepada Pedagang Es Teh
Sebelumnya, rekaman video ceramah Gus Miftah viral lantaran dinilai menghina pedagang es teh yang sedang berjualan di antara para penonton dalam sebuah acara pengajian.
Rekaman tersebut menuai kritik publik, sehingga banyak yang menghujat Gus Miftah lantaran dinilai tak peka dengan perjuangan seorang pedagang es. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Gus Yusuf Tetap Mundur dari PKB Meski Dilarang Cak Imin, Mau Fokus ke Pesantren
PKB Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Tegaskan Komitmen Bela Palestina
PKB Kenalkan Seluruh Pengurus Daerah ke Presiden Prabowo di Istana
DPR Desak Reformasi Pasar Saham, Free Float 15 Persen Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Investor
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Tegaskan Dukung Keputusan Presiden
PKB Tolak Reposisi Polri ke Kementerian: Ini Langkah Mundur Reformasi
Legislator PKB: Gaji Guru Honorer Tak Manusiawi, Negara Lakukan Pelanggaran HAM
Tunjangan Hakim Naik Mulai 2026, PKB: Saatnya Bersihkan Mafia Peradilan
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin