Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini akhirnya baru bisa dilaksanakan di tingkat SMK di Jawa Timur secara keseluruhan.
Namun, kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, tidaklah mudah untuk menerapkan 100 persen ujian berbasis komputer tersebut.
Sebab, selain jumlah siswa SMK yang mencapai 200.112 siswa SMK, keberadaan pulau-pulau terpencil juga menjadi tantangan tersendiri.
"Dua hari sebelum pelaksanaan kita sempat kesulitan. Pulau-pulau terpencil menjadi kendala. Bayangkan, servernya di darat, tapi lokasi ujiannya di pulau kecil di tengah laut. Tapi, sekarang sudah berhasil kita atasi." kata Saifullah Yusuf, saat melakukan sidak UNBK di SMKN 8 Surabaya, jalan Kamboja, Senin, (3/4).
Selain keberadaan pulau terpencil, pasokan listrik juga menjadi salah satu faktor kesulitan. Beruntung, lanjutnya, pemprov Jatim menggandeng PT Telkom dan PLN untuk mendukung program ujian nasional di tingkat SMK yang berbasis komputer.
Selama UNBK ini, lanjut Saifullah Yusuf, diharapkan bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala. Sebab, harapan selanjutnya adalah menargetkan ujian nasional berbasis komputer pada tingkat SD dan SMP.
"Ya, paling tidak, sejak dini sudah membiasakan para siswa untuk memanfaatkan teknologi pada saat ujian." tutupnya.
Berita ini ditulis berdasarkan liputan Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.