MerahPutih.com - Sutradara kenamaan Korea Selatan, Yeon Sang-ho, kembali menghadirkan teror mencekam lewat film thriller fiksi ilmiah terbarunya berjudul Colony.
Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 3 Juni 2026 dan menjadi salah satu film Korea yang paling dinantikan tahun ini.
Selain mengusung tema zombie, Colony menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan film apokaliptik pada umumnya. Film ini memadukan horor biologis, thriller bertempo cepat, serta kritik sosial khas Yeon Sang-ho yang sebelumnya dikenal lewat film Train to Busan dan Peninsula.
Colony menjadi proyek layar lebar pertama yang mempertemukan Jun Ji-hyun, Koo Kyo-hwan, dan Ji Chang-wook dalam satu film. Deretan pemain lainnya turut diperkuat oleh Shin Hyun-been, Kim Shin-rok, dan Go Soo.
Baca juga:
Sinopsis Colony
Kisah Colony berpusat pada Profesor Se Jeong yang menghadiri sebuah konferensi bioteknologi bergengsi.
Namun, acara tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika virus hasil mutasi dilepaskan secara tiba-tiba. Dalam waktu singkat, wabah menyebar ke seluruh fasilitas dan para peserta mulai menunjukkan gejala mengerikan.
Untuk mencegah penyebaran virus, pihak berwenang segera mengarantina seluruh gedung.
Sayangnya, langkah tersebut justru membuat para penyintas terjebak bersama para korban yang terus berevolusi menjadi makhluk yang semakin berbahaya dan sulit dihentikan.
Berbeda dari film zombie kebanyakan, ancaman dalam Colony tidak hanya berasal dari manusia yang berubah menjadi makhluk haus darah.
Virus mutasi dalam film ini menyebabkan evolusi biologis ekstrem yang membuat para korban terus mengalami perubahan bentuk dan kemampuan, menciptakan teror yang lebih kompleks dan tidak terduga.
Baca juga:
'Colony' Siap Tayang di Bioskop Indonesia, Film Zombie Apocalypse dari Sutradara 'Train to Busan'
Ketegangan dalam Ruang Terbatas
Salah satu daya tarik utama Colony adalah penggunaan latar yang terkonsentrasi di dalam satu fasilitas modern berteknologi tinggi.
Alih-alih menampilkan kehancuran dunia dalam skala besar, film ini memilih menghadirkan ketegangan dari ruang yang terbatas.
Situasi tersebut membuat setiap sudut bangunan menjadi ancaman, sementara setiap keputusan yang diambil para karakter dapat menentukan hidup atau mati.
Selain aksi dan adegan kejar-kejaran yang menegangkan, film ini juga mengangkat dilema moral yang rumit.
Para karakter dipaksa memilih antara menyelamatkan diri sendiri atau mempertaruhkan nyawa demi orang lain. Pada saat yang sama, mereka juga harus mengungkap dalang di balik serangan bioteror yang memicu bencana tersebut.
Baca juga:
Tembus 3 Juta Penonton dalam 10 Hari
Sebelum tayang di Indonesia, Colony lebih dulu mencetak prestasi besar di Korea Selatan. Menurut data Dewan Film Korea, film ini telah mengumpulkan total 3.109.480 penonton per 30 Mei 2026.
Sejak dirilis pada 21 Mei 2026, Colony hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk menembus angka 3 juta penonton dan mempertahankan posisi puncak box office Korea.
Pencapaian tersebut juga menjadikannya film rilisan 2026 tercepat yang melampaui 1 juta, 2 juta, hingga 3 juta penonton, bahkan melampaui rekor film hit sebelumnya, The King's Warden. (Tka)

