Sidang Perdana MK Korsel untuk Pemakzulan Yoon Suk-yeol Berlangsung Singkat, cuma 4 Menit

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Januari 2025
Sidang Perdana MK Korsel untuk Pemakzulan Yoon Suk-yeol Berlangsung Singkat, cuma 4 Menit

Warga Korea Selatan tunjukkan kreativitas saat berdemo.(foto: Instagram @thekoreatimes_official)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - EMPAT menit. Waktu yang cukup untuk memasak mi instan. Durasi yang sama juga dihabiskan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan untuk menuntaskan sidang perdana pemkazulan Yoon Suk-yeol, Selasa (14/1). Sidang formal pertama perkara pemakzulan Suk-yeol berakhir singkat karena presiden yang tengah dimakzulkan itu tidak hadir.

Dalam sidang tersebut, Mahkamah Konstitusi Korsel menolak permohonan Suk-yeol untuk mengecualikan salah satu dari delapan hakim dalam persidangan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Kamis (16/1), pukul 14.00. “Mahkamah Konstitusi akan melanjutkan persidangan meskipun Suk-yeol tidak hadir,” ujar Presiden Pengadilan Sementara, Moon Hyung-bae, mengacu pada hukum yang berlaku, dikutip The Korea Times.

Sidang Selasa ini digelar tepat sebulan setelah Majelis Nasional memutuskan memakzulkan Suk-yeol terkait dengan penerapan darurat militer yang singkat pada 3 Desember 2024.

Para pengacara Yoon sebelumnya menyatakan bahwa presiden, yang kini sedang diskors dari jabatannya, tidak akan hadir karena kekhawatiran mengenai keselamatan pribadinya. Hal itu terkait dengan upaya penyidik untuk menahan Suk-yeol atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan keputusan darurat militer yang ia buat.

Baca juga:

MK Korsel Siap Gelar Sidang Perdana Pemakzulan, Yoon Suk-yeol tak Hadir karena Alasan Keamanan


Hyung-bae menambahkan Mahkamah Konstitusi Korsel memutuskan menolak permohonan Suk-yeol agar salah satu hakim, Chung Kye-sun, dikeluarkan dari persidangan. Keputusan itu diambil dengan suara bulat oleh tujuh hakim lainnya.

Pengacara Suk-yeol sebelumnya meminta agar Kye-sun dikecualikan dengan alasan bahwa latar belakangnya sebagai pemimpin sebuah lembaga riset hukum progresif dapat memengaruhi peluang untuk memperoleh keputusan yang adil. Hyung-bae juga mengungkapkan bahwa Mahkamah Konstitusi Korsel menolak keberatan Suk-yeol terhadap penunjukan lima jadwal sidang yang dilakukan secara bersamaan. Keputusan tersebut, menurut Hyung-bae, diambil berdasarkan undang-undang dan peraturan yang mengatur Mahkamah Konstitusi, bukan pengadilan pidana.

Mahkamah Konstitusi memiliki waktu 180 hari untuk memutuskan apakah akan mengesahkan atau menolak pemakzulan Suk-yeol. Periode itu dimulai sejak kasus diterima pada 14 Desember 2024. Jika keputusan pemakzulan dikabulkan, Suk-yeol akan diberhentikan dari jabatannya. Pemilihan presiden baru akan diadakan dalam waktu 60 hari. Sebaliknya, jika ditolak, Suk-yeol akan dipulihkan jabatannya.

Majelis Nasional, yang bertindak sebagai jaksa dalam perkara ini, telah meminta lima saksi untuk dipanggil dalam persidangan. Kelima saksi tersebut yakni mantan wakil direktur pertama Badan Intelijen Nasional Hong Jang-won, Komisaris Jenderal Kepolisian Nasional Cho Ji-ho, Kepala Komando Perang Khusus Angkatan Darat Letnan Jenderal Kwak Jong-keun, Komandan Komando Pertahanan Ibu Kota Letnan Jenderal Lee Jin-woo, dan Kepala Komando Kontra Intelijen PertahananLetnan Jenderal Yeo In-hyung.(dwi)

Baca juga:

MK Korsel Siapkan Bukti untuk Sidang Pemakzulan Yoon Suk-yeol

#Korea Selatan #Yoon Suk Yeol
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Olahraga
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Pelatih Hong Myung-Bo menginstruksikan anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal guna meredam agresivitas penyerang sayap Meksiko, Julian Quinones
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Bagikan