Headline

Sidang Majelis Umum PBB Tolak Pengakuan Trump Atas Yerusalem

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 22 Desember 2017
Sidang Majelis Umum PBB Tolak Pengakuan Trump Atas Yerusalem

Suasana Sidang Majelis Umum PBB bahas Resolusi atas Yerusalem (AFP PHOTO / EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sekitar 128 dari 135 negara memilih mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB terkait kebijakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat Kamis (21/12) hanya 9 negara yang menolak resolusi PBB atas Yerusalem.

Hasil ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, sebab dukungan negara-negara terhadap resolusi PBB untuk menganulir keputusan Trump atas Yerusalem akan memberikan implikasi politik yang luas terhadap kebijakan AS atas Israel.

Sidang Majelis Umum PBB berlangsung panas dan alot. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley sebagaimana dilansir Haaretz mengecam sejumlah negara yang mendukung resolusi PBB. Haley bahkan menyebut Majelis Umum PBB sebagai rumah kebohongan (house of lies).

Para delegasi sidang Majelis Umum PBB yang diprakarsai Turki dan Yaman sepakat menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel melalui mekanisme voting. Hasil umum voting menentang kebijakan Donald Trump begitu signifikan yakni 128 negara mendukung resolusi PBB, 9 negara menolak dan 35 negara abstain.

Israel yang hadir dalam sidang Majelis Umum meminta waktu untuk diberi kesempatan berbicara paling akhir sebelum proses voting berlangsung. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Dannon mengecam negara-negara pendukung resolusi PBB sebagai negara boneka Palestina.

“Kalian telah dibohongi dan dibutakan oleh Palestina tak jauh bedanya dengan boneka. Rakyat Palestina paham bahwa resolusi hanyalah sebuah kecurangan. Saya yakin bahwa resolusi ini akan berakhir dalam kotak sampah sejarah, “amuk Dannon.

Sementara Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour menegaskan bahwa warga Palestina tidak menerima pembiaran atas nama agama untuk membenarkan aneksasi atas wilayahnya.

“Pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Pemerintahan Trump, tidak akan berpengaruh pada status Yerusalem sebagai kota suci, justru sangat berpengaruh pada peran Amerika Serikat sebagai mediator perdamaian, “ pungkas Riyad Mansour.(*)

#PBB #Yerusalem #Palestina #Israel #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Bagikan