Siapkan Tas Siaga Bencana

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 29 November 2022
Siapkan Tas Siaga Bencana

Jangan lupa masukkan kotak P3K berisi obat-obatan, cairan pembersih luka, salep antibiotik, dan plester. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDAK ada yang tahu kapan bencana alam akan terjadi, oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri. Walaupun menyelamatkan nyawa menjadi hal penting jika terjadi bencana, namun kamu juga perlu membawa barang-barang penting.

Barang-barang penting ini perlu dibawa selama keadaan masih darurat atau selama masa evakuasi. Barang-barang ini juga sangat berguna agar kamu dan orang-orang terdekatmu bisa bertahan hidup.

Baca Juga:

Tragedi Gas Beracun Dieng, Inspirasi Lagu Wajib Bencana Warga +62

tas
Tas yang akan digunakan, berbahan tahan air akan lebih baik. (freepik/freepik)

Tas siaga bencana ini perlu kamu siapkan sesegera mungkin. Apalagi menurut data BNPB, Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana alam yang tinggi, seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung merapi. Maka, tas siaga bencana ini bertujuan agar tas bisa langsung kamu bawa begitu bencana tiba atau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pertama-tama siapkan tas yang akan digunakan, berbahan tahan air akan lebih baik. Kedua, tas tersebut mudah diraih oleh semua anggota keluarga dan simpan di tempat yang terjangkau. Ketiga, usahakan barang yang dimasukkan ke dalam tas dilapisi oleh plastik.

Lalu barang apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam tas? Melansir dari laman Alodokter, Merah Putih
merincinya dan barang tersebut sebagai berikut:

Makanan

Makanan yang kamu masukkan merupakan makanan siap santap, jumlahnya minimal untuk bertahan hidup selama 3 hari. Hindari makanan pedas dan asin karena bisa membuat kamu mudah haus, padahal cadangan air pada saat bencana biasanya terbatas. Selain makanan, masukkan pula air minum setidaknya untuk tiga hari, sebanyak 3 liter per orang setiap harinya.

Jangan lupa untuk cek tanggal kedaluwarsa secara berkala. Masukkan juga gunting, alat pembuka botol dan pisau lipat guna membuka kemasan makanan dan minuman persediaan.

Obat-obatan

Penting untuk membawa kotak P3K berisi obat-obatan, cairan pembersih luka, salep antibiotik, dan plester. Jika kamu atau keluarga ada yang menderita penyakit tertentu, jangan lupa untuk memasukkan obatnya ke dalam tas siaga bencana. Lakukan juga pengecekan kedaluwarsa setiap obat-obatan.

Pakaian

Bawa pakaian ganti minimal satu pasang. Selain pakaian, masukkan pula selimut atau kantung tidur, sarung tangan, masker sekali pakai, topi, handuk, jas hujan, dan pembalut.

Jangan lupa untuk memasukkan perlengkapan penting bagi yang memiliki bayi, seperti botol, susu, makanan bayi, dan popok ke dalam tas siaga bencana. Jika kamu tinggal dengan orang tua atau lansia, siapkan pula popok untuk orang dewasa.

Baca Juga:

Pentingnya Mempersiapkan Anak Hadapi Bencana Alam

tas
Tas siaga sangat berguna agar kamu dan orang-orang terdekatmu bisa bertahan hidup. (freepik/freepik)

Surat-surat penting

Jangan lupakan dokumen atau kartu penting, seperti surat tanah, ijazah, kartu asuransi, serta fotokopi KTP, SIM dan Kartu Keluarga masuk ke dalam tas siaga bencana. Jangan lupa pula untuk memasukkan duplikat kunci kendaraan, kunci rumah, serta uang tunai secukupnya ke dalam tas ini.

Alat komunikasi

Kelengkapan alat komunikasi pun harus disiapkan. Seperti telepon seluler, untuk digunakan saat bencana. Jangan lupa untuk menyimpan nomor telepon keluarga, nomor telepon darurat, dan nomor penting lainnya.

Pastikan kamu juga memasukkan maps, pengisi daya (charger) ponsel, peluit, kompas, tali, dan senter tahan air beserta baterai cadangannya, karena barang-barang ini juga mungkin untuk dibutuhkan.

Kebutuhan lainnya

Turut dimasukkan ke dalam tas siaga bencana kebutuhan pelengkap seperti perlengkapan mandi, perlengkapan aktivitas anak, seperti buku mewarnai atau game board, tisu kering dan basah, jarum dan benang, dan disinfektan.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu siapkan untuk melengkapi tas siaga pra bencana alam. Ingatlah, bila terjadi bencana alam, pastikan kamu beserta keluarga dalam kondisi tenang, ambil tas siaga dan jangan terburu-buru. Cek segala sesuatunya dan usahakan tidak ada yang tertinggal. Semoga bermanfaat ya. (DGS)

Baca Juga:

Save the Children Tanggap Bencana Gempa Bumi di Cianjur

#Inspirasi #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Bagikan