Setelah Allianz, Kini Asuransi AXA yang Harus Berurusan dengan Polisi

Rina GarminaRina Garmina - Rabu, 15 November 2017
Setelah Allianz, Kini Asuransi AXA yang Harus Berurusan dengan Polisi

Nasabah AXA saat konferensi pers terkait pelaporan kepada polisi. (MP/Angga Yudha Pratama)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gara-gara klaim asuransi tak dapat dicairkan, perusahaan asuransi kembali berurusan dengan polisi. Kali ini yang dilaporkan ke polisi oleh nasabahnya sendiri, setelah sebelumnya kasus PT Asuransi Allianz Life Indonesia, adalah Perusahaan asuransi AXA.

AXA dilaporkan oleh nasabahnya yang bernama Tri Lasmono Sumantri ke Polda Metro Jaya dan laporannya telah terregsiter dengan nomor LP/5560/XI/2017/PMJ/ Ditreskrimsus tertanggal 14 November 2017.

Tri mengaku telah menjadi peserta asuransi Maestro Elit Care pada AXA Financial Indonesia kurang lebih sejak empat tahun lalu. Namun, pada 2016 ketika melakukan klaim, klaimnya ditolak perusahaan dengan berbagai alasan dan akibatnya merugi hingga Rp 500 juta.

"Saya menjadi peserta asuransi Maestro Elite Care AXA sudah sejak 23 Agustus 2012 dengan Plan Silver yang katanya tipe asuransi elite. Preminya saja Rp 28 juta setiap tahun, tapi terus terang saya merasa tertipu perusahaan itu," kata Tri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/11).

Kasus ini bermula ketika pada Desember 2016 lalu, ia divonis mengidap kanker kelenjar getah bening stadium tiga. Tri kemudian dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi.

Ketika mulai dilakukan rawat inap Tri mengaku telah menyerahkan kartu member AXA dan diterima oleh pihak Rumah Sakit Siloam.

"Tapi setelah dirawat beberapa lama, secara sepihak AXA menolak meng-cover biaya perawatan saya itu," jelas Tri.

Berdasarkan ketentuan polis AXA poin 14, disebutkan bahwa peserta asuransi Maestro Elit Care AXA mendapat hak pre-otorisasi persetujuan klaim secara cashless atau pembayaran langsung. Bahkan dalam poin 13 angka 2 disebutkan jika peserta asuransi telah menjalani pertanggungan selama dua tahun berturut-turut, maka tertanggung bisa mengklaim biaya penyakitnya selama lima tahun ke belakang sebelum tertanggung resmi menjadi peserta asuransi AXA.

"Saya dijanjikan bahwa peserta Maestro Elit Care AXA paling baik sedunia karena klaim dalam bentuk cashless, tapi saya malah diminta mengajukan reimburse. Artinya saya bayar sendiri dulu baru diajukan klaim. Itupun tidak ada pergantian sampai sekarang," ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak AXA beralasan tak menerima klaim karena penyakit yang dideritanya adalah penyakit kritis yang harus ditelusuri selama 60 hari ke depan. Padahal dalam klausul, tidak pernah ada disebutkan soal penyakit-penyakit kritis.

Karena penyakit kanker kelenjar getah bening yang dideritanya makin parah, pada 2 Maret 2017 Tri memutuskan mengobati penyakitnya ke Singapura. Lalu pada 29 April 2017 pindah berobat ke Malaysia.

"Total saya menghabiskan biaya sekitar Rp 500 juta untuk biaya berobat di Siloam, Singapura, Malaysia termasuk biaya tindakan biopsy dan kemotherapy. Semua lengkap dokumennya, tapi sampai saat ini enggak ada sama sekali pergantian atau perhatian sedikit pun dari AXA," beber Tri.

Saat ini, dia hanya mengandalkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan penyakitnya. "Berat Mas, syukurlah ada BPJS, itu pun saya harus pinjam-pinjam uang ke sanak saudara," jelasnya.

Swardi Aritonang selaku kuasa hukum Tri menambahkan, pihaknya pernah dipanggil pihak AXA pada 27 Juli 2017 lalu, tapi yang terjadi hanya perdebatan belaka, sehingga sampai sekarang belum ada titik terang.

"Makanya kami juga mengajukan gugatan perdata terhadap AXA, selain melaporkan pelanggaran pidananya," ujar Swardi.

Dalam laporannya, pihak AXA diduga telah melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf (f), Pasal 10 huruf (c), dan Pasal 18 juncto Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 63 huruf (f) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terkait Penolakan klaim kesehatan dengan alasan di luar dari perjanjian polisi. (Ayp)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: PT Allianz Kembali Dilaporkan ke Polisi

#Asuransi Kesehatan #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Minggu 1 November 2026, Cek Syarat dan Biayanya
SIM Keliling Jakarta beroperasi di Duren Sawit dan Kebon Jeruk pada Minggu, 1 November 2026. Simak jadwal, syarat, lokasi, dan biaya perpanjangan SIM.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Minggu 1 November 2026, Cek Syarat dan Biayanya
Indonesia
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Polda Metro Jaya mencatat 77 kegiatan di Jakarta pada 28 Oktober 2026, termasuk 53 aksi penyampaian aspirasi. Pengamanan dan rekayasa lalu lintas dilakukan situasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Indonesia
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Polda Metro Jaya menerima 197 aduan masyarakat pada 11–25 Oktober 2026. Sebanyak 36 laporan selesai. Simak nomor WhatsApp Aduan Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Polda Metro Jaya Buka Ruang Pengaduan Lewat WhatsApp
Dalam pelaksanaannya, Dadang menjelaskan penanganan dilakukan secara terintegrasi melalui lima tim khusus yang saling berkaitan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Polda Metro Jaya Buka Ruang Pengaduan Lewat  WhatsApp
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026, Polantas Dipasangi Bodycam biar Enggak ‘Main Mata’
Rekaman dari bodycam akan digunakan untuk mendokumentasikan setiap tindakan petugas, termasuk saat menindak pelanggar lalu lintas.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Operasi Patuh Jaya 2026, Polantas Dipasangi Bodycam biar Enggak ‘Main Mata’
Indonesia
Catat nih, Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Patuh Jaya 2026
Kapolda Metro Jaya menegaskan, operasi tidak hanya mengandalkan penindakan.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Catat nih, Pelanggaran yang Ditindak dalam Operasi Patuh Jaya 2026
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026, Polisi Siap Datangi Setiap Rumah Warga
Pembinaan dapat dilakukan melalui kunjungan ke rumah maupun sekolah melibatkan Bhabinkamtibmas dan fungsi Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas).
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Operasi Patuh Jaya 2026, Polisi Siap Datangi Setiap Rumah Warga
Indonesia
Daftar Lengkap Sasaran Operasi Patuh Jaya 2026 yang Mulai Digelar Hari Ini Hingga Bulan Depan
Operasi Patuh Jaya 2026 resmi digelar Polda Metro Jaya mulai hari ini! Cek jadwal lengkap, daftar sasaran pelanggaran, dan aturan tilang terbarunya biar gak boncos di jalan.
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026
Daftar Lengkap Sasaran Operasi Patuh Jaya 2026 yang Mulai Digelar Hari Ini Hingga Bulan Depan
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Indonesia
Sisir Kampung Ambon, Polisi Amankan Puluhan Senjata Tajam dan Bong
Penyisiran juga mencakup pemeriksaan rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat berkumpulnya pengguna maupun pengedar narkotika.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Sisir Kampung Ambon, Polisi Amankan Puluhan Senjata Tajam dan Bong
Bagikan