Setelah 44 Tahun, Akhirnya Logo dan Maskot Ragunan Diganti

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 08 Januari 2025
Setelah 44 Tahun, Akhirnya Logo dan Maskot Ragunan Diganti

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi meresmikan logo dan maskot baru Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. (foto: Pemprov DKI).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang terletak di Jakarta Selatan memiliki logo dan maskot baru. Pemprov DKI memilih elang bondol sebagai maskot dan logo Ragunan.

Logo dan maskot tersebut diperkenalkan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi di TMR, pada Rabu (8/1)

"Peluncuran logo dan maskot ini juga merupakan langkah yang strategis untuk menampilkan wajah baru Taman Maragasatwa Ragunan yang lebih segar dan inspiratif," ujar Teguh Setyabudi, Rabu (8/1).

Baca juga:

Menilik Wisata Penghujung Libur Nataru 2025 di Taman Margasatwa Ragunan

Pemilihan elang bondol sebagai maskot memperkuat identitas TMR sebagai lembaga konservasi serta destinasi rekreasi edukasi unggulan di kota Jakarta yang mendorong warga melindungi satwa langka.

"Elang bondol merupakan salah satu spesies langka yang banyak ditemukan di Kepulauan Seribu dan menjadi maskot resmi kota Jakarta dengan ciri khasnya yang kuat," ungkap Teguh.

Elang bondol diharap menjadi simbol kegigihan, ketangguhan, kepemimpinan, kedinamisan serta karakteristik dari masyarakat kota Jakarta.

"Sekali lagi, ini juga dinamika yang lebih dinamis diharapkan juga bisa menunjang kota Jakarta sebagai kota global," ucapnya.

Keberadaan TMR sejak diresmikan tidak sekadar sebagai tempat rekreasi, tapi juga bagian dari sejarah, pendidikan serta konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga:

Hari Pertama 2025, Ragunan Disesaki 87 Ribu Wisatawan

TMR yang memiliki lahan seluas 127 hektare merupakan salah satu kebun binatang terluas di dunia.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Bayu Megantara menambahkan, Taman Margasatwa Ragunan semula berada di kawasan Cikini atau persisnya di lahan Taman Ismail Marzuki.

Pada tanggal 22 Juni 1964, kebun binatang yang dimiliki Raden Saleh resmi berpindah dari kawasan Cikini ke Ragunan, Pasar Minggu.

"Logo Ragunan sudah ada sejak tahun 1981 belum pernah berubah sehingga UP TMR menginisiasi perubahan logo dan maskot elang bondol," tutupnya. (Asp)

#Ragunan #Taman Margasatwa Ragunan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pembangunan monorel di Ragunan ternyata masih sebatas wacana. DPRD DKI Jakarta mengatakan, bahwa belum ada anggaran khusus dalam APBD.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Indonesia
Pemprov DKI Mau Bangun Monorel di Ragunan, Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi
Pemprov DKI berencana membangun monorel di Taman Marga Satwa Ragunan. Kehadiran monorel dinilai bisa mengurangi polusi.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
Pemprov DKI Mau Bangun Monorel di Ragunan, Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi
Indonesia
Nataru 2026, Taman Margasatwa Ragunan Dipenuhi 408 Ribu Wisatawan
Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode libur akhir 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Nataru 2026, Taman Margasatwa Ragunan Dipenuhi 408 Ribu Wisatawan
Indonesia
Ragunan Diserbu 408 Ribu Pengunjung Selama Periode Libur Nataru, Pengelola Optimis Tren Positif Berlanjut
Secara akumulatif, sejak 23 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, arus wisatawan yang masuk ke TMR mencapai 408.755 orang
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
Ragunan Diserbu 408 Ribu Pengunjung Selama Periode Libur Nataru, Pengelola Optimis Tren Positif Berlanjut
Indonesia
Ragunan Disesaki 14 Ribu Lebih Pengunjung di Hari Terakhir 2025
Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 31.622 pengunjung, antusiasme masyarakat tetap terlihat di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Ragunan Disesaki 14 Ribu Lebih Pengunjung di Hari Terakhir 2025
Indonesia
50 Ribu Lebih Orang Serbu Ragunan Saat Natal, Dari Balita Sampai Lansia Tumplek Blek Lihat Gajah Hingga Harimau
Selain area terbuka, wahana khusus seperti Pusat Primata Schmutzer (PPS) dan Taman Satwa Anak (TSA) juga menjadi destinasi favorit dengan ribuan pengunjung
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
50 Ribu Lebih Orang Serbu Ragunan Saat Natal, Dari Balita Sampai Lansia Tumplek Blek Lihat Gajah Hingga Harimau
Indonesia
Pengelola Ragunan Siapkan 'Feeding Time' Unik Spesial Nataru, Pengunjung Diingatkan Jangan Teriak di Depan Macan
Taman Margasatwa Ragunan tetap melayani wisatawan mulai 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 melalui Pintu Utara dan Pintu Barat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
Pengelola Ragunan Siapkan 'Feeding Time' Unik Spesial Nataru, Pengunjung Diingatkan Jangan Teriak di Depan Macan
Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Ngaku Punya Harimau, Dibeli Sendiri tapi Titipkan Harimau di Ragunan yang Dibeli Secara Pribadi
Ia sengaja menitipkan harimau miliknya itu di Kebun Binatang Ragunan sebab ia ingin keberadaan harimau putih itu dapat dinikmati oleh publik secara luas.
Dwi Astarini - Kamis, 20 November 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Ngaku Punya Harimau, Dibeli Sendiri tapi Titipkan Harimau di Ragunan yang Dibeli Secara Pribadi
Indonesia
Pramono Bantah Pakan Satwa Ragunan Diembat Petugas: Lihat Sendiri Sri Deli Sekarang Besar Sehat
Menurut Pramono, fakta yang dia temukan di lapangan sekaligus mementahkan dugaan pakan satwa dibawa pulang petugas Ragunan.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 November 2025
Pramono Bantah Pakan Satwa Ragunan Diembat Petugas: Lihat Sendiri Sri Deli Sekarang Besar Sehat
Indonesia
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah soal pakan harimau Ragunan dibawa pulang. Ia mengatakan, ada petugas khusus yang bertanggung jawab.
Soffi Amira - Kamis, 20 November 2025
Bantah Pakan Harimau Ragunan Dibawa Pulang, Pramono: Ada Petugas yang Bertanggung Jawab
Bagikan