MerahPutih.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai pemotongan gaji pejabat setingkat menteri.
"Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apa pun," kata Teddy, saat ditemui awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Baca juga:
DPR Respons Wacana Potong Gaji Menteri: Penting sebagai Teladan, Bukan Sekadar Anggaran
Menurut dia, wacana pemotongan gaji menteri itu masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah. "Intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini," imbuhnya, dilansir Antara.
Teddy lebih jauh meminta awak wartawan bertanya kepada pihak yang pertama kali mengemukakannya wacana pemotongan gaji menteri itu. "Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu?" tandasnya.
Besaran Potongan Gaji Menteri
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak mempermasalahkan wacana pemotongan gaji menteri selama ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo.
Menkeu bahkan memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri bisa mencapai 25 persen. "Kayaknya 25 persen deh," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (6/4) kemarin.
Baca juga:
Efisiensi Anggaran di Tengah Ketidakpastian Global
Menkeu menambahkan, langkah efisiensi tidak hanya menyasar gaji pejabat, tetapi juga anggaran belanja kementerian dan lembaga.
Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang bisa ditunda sementara, terutama program yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, malah naikkan semua. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan," tandas Menkeu. (*)

