MerahPutih.com - Pemulihan infrastruktur pasca bencana Sumatra akhir tahun 2025, masih terus dikebut terutama menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut, Presiden meminta seluruh jajaran satgas, kementerian, dan pejabat terkait untuk menyampaikan informasi dan pembaruan secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
“Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait, itu terus menerus menyampaikan informasi, update secara berkala kepada publik,” ungkap Teddy kepada wartawan di Jakarta dikutip Kamis (12/2).
Kedua, memasuki dua bulan pascabencana, pemerintah mencatat sejumlah capaian konkret di lapangan. Seskab menyebut hasil pemulihan berjalan sangat cepat berkat kerja sama seluruh elemen, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.
Baca juga:
Bertemu Prabowo, PM Australia Sampaikan Duka Atas Bencana Banjir Sumatera dan Longsor di Jawa Barat
Dalam kurun waktu dua bulan, tercatat sebanyak 5.500 unit rumah hunian telah selesai dibangun, dengan 1.500 unit di antaranya rampung dalam satu bulan pertama.
Selain itu, 98 jembatan telah selesai dibangun kembali di seluruh provinsi terdampak, serta 99 ruas jalan nasional yang sebelumnya terputus kini sudah kembali dapat dilalui.
Di sektor kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat.
Sementara itu, sekolah hampir 100 persen kembali aktif, pasar telah beroperasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai berjalan normal.
Seskab menekankan bahwa fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyaluran bantuan dana kepada pemerintah daerah serta bantuan langsung kepada warga terdampak, sesuai data yang telah diverifikasi oleh kepala daerah masing-masing.
“Peran cepat kepala daerah di sini juga sangat dibutuhkan. Dan Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin,” tegasnya.
Ketiga, menjelang bulan Ramadan yang tinggal satu minggu lagi, Presiden meminta agar jajarannya memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Presiden, lanjut Seskab, ingin memastikan bahwa masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan tetap dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan.