PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PKB Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Bersifat Terbatas, hanya Mengisi Jabatan yang Kosong

Arsip - Gedung Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan keputusan perombakan atau reshuffle kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan PKB dalam menanggapi usul Ketua Bappilu DPP PKS Mardani Ali Sera agar pengisian kabinet tidak harus berasal dari kalangan partai politik.


Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa saja yang dinilai tepat mengisi posisi menteri, termasuk apabila terdapat jabatan yang kosong.


"Reshuffle merupakan hak prerogatif penuh Presiden dalam menentukan siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan, semua keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden," kata Daniel kepada wartawan, Senin (10/8).


Menurut Daniel, PKB tidak mempermasalahkan latar belakang maupun asal partai politik figur yang nantinya dipilih Presiden. Hal terpenting, kata dia, sosok tersebut memiliki kemampuan dan memahami bidang tugas yang akan dijalankan.

Baca juga:

Mensesneg Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Belum Ada Rencana Reshuffle




Dia mengatakan sejauh ini sinyal yang diterima dari Istana menunjukkan reshuffle kabinet akan dilakukan secara terbatas. Perombakan disebut hanya untuk mengisi sejumlah posisi yang saat ini kosong.



Soal kemungkinan posisi lain ikut berubah, sejauh ini sinyal dari Istana menyebut reshuffle ini sifatnya terbatas, sekadar mengisi jabatan yang memang sedang kosong.


 Daniel Johan, Ketua DPP PKB


Namun, ia menegaskan perubahan komposisi kabinet di luar posisi yang kosong tetap menjadi hak Presiden. Pemerintah, menurut dia, memiliki kewenangan untuk menentukan waktu sekaligus kebutuhan reshuffle.


"Tapi tentu itu juga bagian dari hak prerogatif Presiden sehingga kita serahkan sepenuhnya penilaian dan pertimbangan siapa dan kapan waktunya," katanya.


Daniel berharap Presiden mempertimbangkan kapasitas calon menteri serta aspirasi masyarakat dalam menentukan komposisi kabinet. Menurut dia, pemilihan figur yang memahami bidang tugas akan membantu pemerintah menjalankan program secara lebih efektif. "Tentu kita berharap sosok yang mengisi memahami betul bidang tugasnya, dan suara-suara dan harapan masyarakat penting juga untuk dijadikan pertimbangan," ucapnya.


Dia menambahkan pandangan PKB terkait dengan komposisi kabinet merupakan masukan kepada pemerintah. Adapun keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden. "Ini semua hanya masukan kepada pemerintah, sepenuhnya kita serahkan kepada Presiden," kata Daniel.


Sebelumnya, isu reshuffle kabinet mencuat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sejumlah elite partai politik dan pihak Istana turut merespons kabar mengenai kemungkinan perombakan kabinet setelah 17 Agustus 2026.


Mardani Ali Sera sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo dapat merekrut figur profesional di luar partai politik apabila melakukan reshuffle. Menurut Mardani, prinsip merit system perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan anggota kabinet.


"Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas," kata Mardani.(Pon)

Baca juga:

Bahlil Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet, Minta Publik Tunggu Langkah Prabowo















#Reshuffle Kabinet #Prabowo #PKB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Indonesia
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Zulhas mengatakan kebersamaan tersebut bukan semata-mata didasarkan pada kalkulasi politik atau keinginan untuk berada dalam pemerintahan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PAN Tegaskan Bakal Terus Bersama Prabowo Subianto
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Indonesia
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Presiden juga memerintahkan pimpinan-pimpinan daerah segera mencabut peraturan daerah yang membuka ruang adanya pembakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Indonesia
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Aktivitas investasi tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Spill akan Ada Investasi Besar Masuk ke Indonesia
Indonesia
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Kepentingan negara harus ditempatkan di atas hubungan pribadi maupun kepentingan kelompok.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Indonesia
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Kebutuhan pangan dan energi menjadi prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Indonesia
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Prabowo mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar masyarakat masih belum seluruhnya terpenuhi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran ke daerah dan desa
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Dana Desa Sudah Mengalir, Tapi Jembatan tak Terbangun, Presiden Prabowo: Ke Mana Uang Itu?
Bagikan