MerahPutih.com - Unit high octane rock, Seringai, resmi kembali dengan merilis dua video musik sekaligus berjudul Sejati dan Senarai Feses pada 26 Maret 2026. Rilisan ini menjadi penanda babak baru perjalanan mereka usai melewati masa hiatus.
Dalam keterangan resminya, Seringai menegaskan bahwa proyek ini digarap dengan penuh totalitas.
“Bukan dengan setengah tenaga tapi dengan dua video musik sekaligus: ‘Sejati’ | ‘Senarai Feses.’ Satu hantaman audio-visual berdurasi enam menit yang jadi penanda fase baru paling brutal dalam sejarah perjalanan band mereka,” tulis Seringai.
Karya ini juga menjadi rilisan pertama mereka sejak kepergian gitaris sekaligus co-founder, Ricky Siahaan, yang wafat pada 19 April 2025 di Tokyo, Jepang. Meski begitu, band ini menegaskan bahwa kehilangan tersebut tidak menghentikan langkah mereka.
“Kehilangan itu nyata. Tapi Seringai tidak runtuh, mereka semakin mengeras.”
Baca juga:
Profil Ricky Siahaan: Gitaris Seringai dan Ikon Musik Rock Indonesia
Sejati dan Senarai Feses sendiri merupakan bagian dari album keempat bertajuk IV: Anastasis, yang juga memuat kontribusi terakhir Ricky Siahaan. Album ini menjadi rilisan penuh pertama mereka setelah hampir delapan tahun sejak Seperti Api (2018).
Dalam proses rekaman, posisi gitar diisi oleh Angga Kusuma (Billfold, Collapse, eks-Taring) sebagai gitaris tamu. Sementara untuk penampilan live, Seringai kini tampil dengan format lima personel untuk pertama kalinya.
Selain Arian 13 (vokal), Edy ‘Khemod’ Susanto (drum), dan Sammy Bramantyo (bass), mereka juga diperkuat oleh dua gitaris tambahan, yakni Angga Kusuma dan Darma Respati dari Negatifa.
Baca juga:
Thee Marloes Rilis Single 'Under The Silver Moon', Umumkan Album Baru 'Di Hotel Malibu'
Video musik Sejati dan Senarai Feses disutradarai oleh Edy Susanto bersama Rifqi Fadhlurrahman dari Angin Segar. Proses pengambilan gambar dilakukan di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan, pada 2 Maret 2026.
Seringai pun menegaskan bahwa rilisan ini bukan sekadar ajang nostalgia atau kembalinya mereka secara biasa ke industri musik.
“Dua video ini bukan nostalgia. Bukan pula comeback yang manis. Ini adalah sebuah deklarasi detonasi. Seringai masih di sini. Dan mereka jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. (Far)