Serial Televisi Spesial Ramadan Jadul Paling Bikin Kangen

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Selasa, 05 April 2022
Serial Televisi Spesial Ramadan Jadul Paling Bikin Kangen

Dua ikonik sinetron Ramadan 2000an (Sumber: SCTV)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAJIAN acara spesial Ramadan Sahur Nih Ye dan Bukber Nih Ye di kanal Youtube VINDES beroleh respon positif para penonton di 'bulan puasa' 2022. Para penonton di era digital lebih memilih sajian di Podcast, Youtube, dan Spotify ketimbang televisi. Keragaman sajian, tema lebih dekat dengan keseharian, dan tampak lebih nyata jadi pilihan para penonton kemudian hijrah ke platform tontonan digital.

Meski begitu, penonton telvisi bukan sepenuhnya pergi. Bahkan momen Ramadan justru cukup mendongkrak penonton televisi. Data dari Nielsen Television Audience Measurement melibatkan responden di sebelas kota di Indonesia menyua peningkatan penggunaan televisi sepanjang Ramadan dibanding bulan lainnya. Penonton meningkat lantaran frekuensi konsumsi televisi terjadi di saat sahur, jelang berbuka puasa, dan seusai salat tarawih.

Baca juga:

Ngabuburit di Rumah? Dengar Program Radio Saja

Saat sahur, peningkatan pengguna televisi naik mencapai tujuh kali lipat dibanding bulan lain. Jenis acara beroleh atensi lebih dari pemirsa selama Ramadan tentu berkutat di program tentang religi, di sampung program anak-anak dan hiburan.

Selama tiga tahun berturut di masa pandemi, angka kepemirsaan televisi di bulan Ramadan mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, angka penonton televisi sebesar 13,4 persen, atau naik sebesar 1,1 persen dibanding bulan lainnya dengan raihan 12,3 persen.

Setahun sesudahnya, jumlah penonton berada di angka 14,6 persen atau naik sebesar 1,4 dibanding angka penonton di bulan lainnya sebanyak 13,9 persen.

Bahkan, di Ramadan 2021, sebanyak 11,8 persen pemirsa mengakses televisi atau lebih banyak 1,4 persen bila dibanding bulan lainnya di angka 10,4 persen.

Meski selama Ramadan pemirsa televisi naik, Nielsen mencatat angka TV Rating pada 2021 lalu mengalami penurunan jika dibanding Ramadan tahun sebelum pandemi lantaran banyak orang sudah mulai beralih tontonan ke pelbagai paltform digital.

Di tengah sajian spesial Ramadan televisi lebih banyak mengarah pada talkshow berbalut komedi, ada rasa rindu membuncah pada paket serial televisi khas Ramadan di masa sebelum pandemi.

Sinetron religi spesial Ramadan tahun 2000an, misalnya, meraih penonton setia sehingga bisa membuat produksi sampai berjilid-jilid atau bersambung para Ramadan tahun berikutnya. Begitu diminatinya sinetron religi Ramadan kala itu, hingga dibuat dalam beberapa seri sehingga banyak penonton tak sabar menantinya. Ketika episode terakhir tayang, hanya kerinduan akan tayangan paling berkesan tersebut tersisa.

Berikut serial televisi spesial Ramadan paling bikin kagen di masa sebelum pandemi.

1. Lorong Waktu

"Pak Haji siap? Zidan siap?" ujar Ustadz Addin (Dicky Chandra). "Bismillahirrahmanirahim," lanjutnya sembari menekan Enter.

Ngaku deh! Waktu kecil kamu pasti pernah berpikir tombol Enter di keyboard komputer bisa bikin berkelana kayak Pak Haji Husin (Deddy Mizwar) dan Zidan (Jourast Jourdy)?

Bagi anak-anak generasi 90an akhir dan 2000an awal, sinetron Lorong Waktu merupakan sinetron favoritnya. Vice menyebut sinetron ini menjadi sinetron religi terbaik sepanjang masa. Apalagi tidak banyak sinetron fiksi ilmiah diproduksi di Indonesia kala itu.

Lorong Waktu menyajikan perjalanan Haji Husin dan Zidan dalam menjelajahi waktu berkat mesin waktu hasil kreasi Ustadz Addin. Mereka kerap berjumpa dengan orang-orang inspiratif dengan kisah menarik. Mulai dari pedagang kecil doanya lebih manjur dari imam masjid, lalu Mpu Gandrung merupakan saudara jauh Mpu Gandring, hingga dukun setan. Ada begitu banyak pesan moral dii kisah Lorong Waktu. Karena begitu diminati, sinetron Lorong Waktu bertahan hingga tahun 2006.


2. Para Pencari Tuhan

"Akulah para pencarimu Ya Allah," kutipan lagu milik grup Ungu ini pasti terdengar saat sahur dan berbuka puasa pada masa Ramadan sebelum pandemi.

Kayaknya sahur dan berbuka enggak lengkap tanpa menyaksikan kisah Bang Jack dan tiga sekawan. Para Pencari Tuhan mengisahkan tentang seorang marbot (penjaga mushala) sekaligus mantan tukang jagal, Bang Jack dan muridnya merupakan residivis (mantan narapidana), antara lain Barong (Aden Bajaj), Juki (Isa Bajaj) dan Chelsea (Melky Bajaj).

Setelah keluar dari penjara, Barong diusir dari komplotan curanmor. Sementara Juki mantan copet, ditolak mentah-mentah saat kembali ke rumah ibunya. Nasib Chelsea tidak kalah menyedihkan. Mantan istrinya, Marni (Anggia Jelita) sudah menikah dengan Sumarno, polisi nan menjebloskannya ke penjara.

Akhirnya mereka bertiga secara tak sengaja bertemu dan terdampar di sebuah mushala bernama At-Taufiq. Di sana mereka berjumpa dengan Bang Jack. Awalnya Bang Jack enggan menerima mereka namun akhirnya mau menerima ketiganya sekaligus membimbing mereka menuju tobat meski sebenarnya ilmu agamanya pas-pasan. Selain mereka berempat, ada sejumlah karakter lain ikut menghidupkan drama. Hingga saat ini, Para Pencari Tuhan sudah mencapai musim ke-15!


3. Kiamat Sudah Dekat

kiamat sudah dekat
Kiamat Sudaj Dekat (Sumber: SCTV)

Berbeda dari sinetron religi lainnya, Kiamat Sudah Dekat diadaptasi dari film layar lebar berjudul serupa. Kiamat Sudah Dekat menceritakan tentang seorang rocker kelahiran Amerika bernama Fandy (Andre Taulany). Kehilangan sepatu saat di Masjid mengantarnya bertemu seorang perempuan bernama Sarah (versi film Ayu Pratiwi-versi sinetron Zaskia Adya Mecca). Fandy lantas merasakan cinta pada pandangan pertama.

Baca juga:

Ngabuburit di Rumah? Dengar Program Radio Saja

Namun kisah cintanya tidak berjalan mulus. Ia harus berhadapan dengan ayah Sarah, Haji Romli (Deddy Mizwar), lalu menantangnya untuk bisa salat, mengaji, dan belajar ilmu ikhlas.

Dalam versi sinetron, serial ini dikembangkan pada sosok Saprol (Muhammad Dwiky Riza) si pencuri sepatu Fandy dan sahabatnya, Kipli (Sakurta Ginting). Kisah Saprol dan Kipli bahkan paling ditunggu-tunggu, di samping kisah asmara Fandy-Sarah.

4. Tukang Bubur Naik Haji

OUASA
Tukang Bubur Naik Haji (Sumber: RCTI)

Tukang Bubur Naik Haji satu serial religi terpanjang. Sinetron tersebut mengangkat kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan alur yang mengalir, tidak heran jika serial ini begitu asyik dinikmati bahkan bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.

Jika Kiamat Sudah Dekat merupakan kelanjutan dari versi film, Tukang Bubur Naik Haji merupakan versi lain dari FTV nan menyoroti kehidupan Bang Sulam (Mat Solar) sang penyabar, selalu tersenyum, dan bekerja sebagai penjual bubur ayam dimaksud.

Berkat ketekunan dan kebiasaan menabungnya, akhirnya ia bisa naik haji dan memperbesar usaha bubur ayamnya di akhir Film Televisi (dan episode awal sinetron). Bang Sulam tinggal bersama Rodhiyah (Uci Bing Slamet) istrinya, dan Emak Haji (Nani Wijaya).

Uniknya, meski Bang Sulam (Mat Solar) tak memperpanjang kontrak, Tukang Bubur Naik Haji tetap tayang bahkan begitu panjang episodenya tanpa kehadiran Bang Sulam. (Avia)

Baca juga:

Ngabuburit di Pinggir Bandara, Sederhana Tapi Bahagia

#April Tematik +62 Bicara Kangen #Ramadan #Tips Ramadan #Pasar Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Fashion
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Tren modest wear kini tak hanya berkembang secara global, tetapi juga semakin menguatkan akar lokalnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Fun
5 Cara Kreatif Bagi THR Lebaran 2026 Agar Berkesan dan Seru
Memberikan THR identik dengan amplop berisi uang tunai memang terasa praktis, namun sering kali terkesan datar
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Maret 2026
5 Cara Kreatif Bagi THR Lebaran 2026 Agar Berkesan dan Seru
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Indonesia
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Sebelum one way nasional ini diberlakukan, polisi lebih dulu membersihkan lajur dan rest area.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Indonesia
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Syafrin juga berujar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah penumpang meski tidak signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Indonesia
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Diskominfo juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Dinas Perhubungan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Bagikan