Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 11 Juli 2021
Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Humas Pemkot Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sepekan penerapan PPKM Darurat di Kota Bandung baru mampu menurunkan 17 persen pergerakan manusia. Pemkot Bandung harus bekerja lebih keras lagi agar lebih menekan lagi mobilitas, sehingga penularan virus antarmanusia bisa diredam.

“Saat ini mobilitas di Kota Bandung baru menurun sekitar 17 persen, terpantau melalui Facebook Mobilty, Google Traffic dan Night Light NASA,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam keterangannya, Minggu (11/7).

Baca Juga

COVID-19 Mengkhawatirkan, Warga Bandung Mulai Mau Ikut Vaksinasi

Yana mengatakan akan Pemkot Bandung terus berupaya meminimalisir mobilitas warga. Menurutnya, penyebaran COVID-19 terjadi karena mobilitas masyarakat yang tinggi.

Ia menjelaskan, virus Alpha (varian corona lama) memerlukan penurunan mobilitas 30 persen. Tetapi untuk virus delta membutuhkan penutunan mobilitas hingga 50 persen.

“Saya harap masyarakat tetap mengurangi mobilitas, sehingga penyebaran covid di Kota Bandung segera menurun dan berkurang," bebernya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Humas Bandung)

Selain mobilitas warga, Yana juga kembali menyinggung ketersediaan oksigen. Meski pasokannya aman, Yana tetap mengimbau agar warga lebih bijak soal oksigen.

"Sebanyak 29 rumah sakit rujukan itu membutuhkan 13 juta meter kubik per hari. Alhamdulilah penyuplai oksigen dapat memenuhinya," jelas Yana.

Tak hanya itu, Yana juga mengungkapkan Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung yang mulai berkurang. Namun, pengurangan ini bukan berarti jumlah pasien menurun, tetapi karena sejumlah rumah sakit mengonversi tempat tidurnya menjadi layanan COVID-19.

Pada akhir Mei 2021 tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung sebanyak 1.400 tempat tidur. Saat ini telah mencapai 2.266 tempat tidur.

"BOR sepertinya berkurang, menjadi 91 persen. Ini terjadi karena semakin banyak konversi tempat tidur di 29 rumah sakit rujukan," jelas Yana.

Tetapi, Yana meminta agar pasien COVID-19 yang bergejala ringan bisa ditangani dengan isolasi mandiri di tempat tinggalnya masing-masing atau rumah singgah yang telah disiapkan Pemkot Bandung. Sehingga beban rumah sakit tidak bertambah.

“Saat ini kita siapkan sekitar 132 tempat isoman," tuturnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Kota Bandung Terus Kejar Target Vaksinasi 2 Juta Penduduk

#PPKM Darurat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Bagikan