Orbituarium

Seniman Serbabisa Ikranagara Meninggal Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 Maret 2023
Seniman Serbabisa Ikranagara Meninggal Dunia

Ikranagara (kiri) meninggal dunia Senin (6/3). (foto: instagram/innosantonagara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKTOR, sastrawan, penulis skenario, sekaligus pelukis Ikranagara meninggal dunia, Senin (6/3). Kabar duka itu disampaikan Festival Film Indonesia melalui akun media sosial mereka pada Selasa (7/3) dengan mengunggah foto Ikra.

"FFI turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya sahabat dan keluarga kami, Ikranagara, pada 6 Maret 2023," ujar pihak Festival Film Indonesia.

BACA JUGA:

Rod Stewart Janji Bantu Biaya Medis Penggemar dengan Penyakit Langka

Ikranagara merupakan anak pertama. Ia punya sembilan saudara. Ia dilahirkan di Kota Negara, daerah Loloan, suatu perkampungan muslim di Bali Barat pada 19 September 1943. Ibunya punya darah Jawa-Bali dan ayahnya berdarah Makassar-Madura. Ikra tumbuh menjadi seniman serbabisa.

ikranagara

Kabar duka disampaikan Festival Film Indonesia melalui akun media sosial mereka pada Selasa (7/3). (foto: instagram/festivalfilmindonesia)

Ensiklopedia Kemdikbud RI menyebut perjalanan Ikra sebagai seniman serbabisa tidaklah singkat. Ikra menyukai seni sejak masih duduk di bangku SD atau pada saat itu disebut SR (sekolah rakyat). Walau masih kecil, Ikra sudah mengenal dunia perwayangan dari sahabat ayahnya yang seorang dalang. Selain itu, kecintaan Ikra terhadap karya sastra pun sudah ia dapatkan sejak kecil. Ibunya aktif membelikan buku-buku, novel, dan berlangganan buku terbitan Balai Pustaka. Waktu itu, di kota kecil, tempat kelahirannya, jarang orang membaca buku seperti yang dilakukan keluarganya.

Saat beranjak remaja, Ikra habiskan dengan berteater. Berbagai pementasan drama dilakukannya bersama Putu Wijaya, teman satu sekolahnya. Dengan niat menjadi seorang dokter, Ikranegara pindah ke Banyuwangi. Waktu belajarnya dihabiskan untuk berlatih dan bermain teater serta bertindak sebagai sutradara. Akibatnya, ia tidak naik ke kelas 3 SMA.

Ia akhirnya pindah ke Banyuwangi karena malu. Di Banyuwangi, kegiatan keseniannya semakin menjadi. Dia tinggal (kos) bersama Armaya dan masuk Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), dengan tokoh Hasnan Singodimayan. Lewat Hasnan dan Aramaya, Ikranegara mengenal dunia kesenian lebih luas lagi.

BACA JUGA:

Ehsan dari Serial 'Upin dan Ipin' Debut di Instagram

Setamat SMA, Ikra melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), menyusul Putu Wijaya yang telah lebih dahulu menjadi mahasiswa fakultas hukum di sana. Ikra setahun mengikuti kuliah di fakultas teknik, lalu ia pindah ke fakultas kedokteran.

Pada 1966, setelah terjadinya peristiwa G-30-S/PKI yang berkaitan dengan terjadinya pergolakan mahasiwa, dunia kesenian lumpuh seketika saat itu. Ketika suasana bertambah gawat, ia kembali ke Bali. Karena kesepian dan kuliahnya berantakan, ia pindah ke Jakarta. Di Jakarta, ia masuk Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dengan maksud memperoleh pengetahuan untuk kesenian. Namun, di fakultas tersebut ia juga merasa jenuh dan kuliahnya tidak pernah selesai.

Pada 1969, ketika masih menjadi 'seniman gembel'. di Taman Ismail Marjuki (TIM), Ikra bertemu dengan seorang gadis dari California bernama Kay Glassburner. Glassburner saat itu sedang mengadakan penelitian sosiolingustik tentang dialek Betawi. Pada 1970, mereka menikah. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai dua anak laki-laki, Inosanto (lahir 1970) dan Bino (lahir 1980).

Pada 1973, ia berangkat ke Hawaii mendampingi istrinya yang akan menyelesaikan program PhD. Mereka tinggal bersama mertua, tetapi Ikra berkeliling ke sana kemari. Kesempatan itu dipergunakannya untuk memperdalam pengetahuannya di East West Centre, Universitas Hawaii. Setelah istrinya meraih gelar PhD, pada 1975, mereka kembali ke Indonesia.

Bersama Teater Kecil, pimpinan Arifin C Noer, pada 1974 ia mendirikan sebuah grup teater yang bernama Teater (Siapa) Saja. Pada 1979, ia bertugas sebagai dosen tamu di Universitas California di Davis, Universitas Ohio, dan Universitas Michigan. Pada saat yang sama, ia juga menjadi seniman tamu di Theatre Compesino (Los Angeles), Snake Theatre (San Fransisco), dan di Gafres Tire (Minneacles). Selain kariernya sebagai seniman, Ikra juga pernah menjadi wartawan dan redaktur harian Indonesia Raja (1967-1968) dan Berita Buana.

ikranagara

Salah satu karya Ikranagara dalam perannya di film 'Masih Ada Waktu'. (foto: instagram/goedangkoe_46)

Ikranagara sempat bermain di beberapa film, antara lain Pagar Kawat Berduri (1961), Bernapas dalam Lumpur (1970), Cinta Biru (1977), Si Doel Anak Modern (1976), Dr. Siti Pertiwi (1979), Untukmu Indonesiaku (1980), Djakarta 66 (1982), Keluarga Markum (1986), Kejarlah Daku Kau Kutangkap(1985), dan Bintang Kejora (1986). Ikranagara juga berperan sebagai Pak Harfan dalam Laskar Pelangi dan sekuelnya, Laskar Pelangi 2: Edensor, kemudian Kakek Usman dalam Garuda di Dadaku (2009). Ia juga berperan sebagai Hasyim Asyari di Sang Kiai (2013).

Beberapa Naskah drama Ikranagara yang pernah terbit, diantaranya berjudul Topeng (1972), Saat-Saat Drum Band Mengerang-erang (1973), Angkat Puisi (1979), Tirai (1984). Naskah dramanya yang lain (1) "Agung", (2) "Para Narator", (3) "Rang Gni", (4) "Priiiit", (5) "Burrrr", (6) "Sssst" (Trilogi "Cupak"), (7) "Rimba Tiwikrama", (8) "Ancemon", (9) "Ritus Buka", (10) "Mumpungisme", (11) "Haha-Haha", (12) "Ritus Tutup", (13) "SOB", (14) "Dor Dor! Dor!", dan (15) "Wayang Rimba". Selanjutnya, drama "Ancemon", "Mumpungisme".

Beberapa penghargaan berhasil diraih Ikranagara. Salah satunya seperti Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (2009), dan Pemeran Utama Pria Terbaik Indonesian Movie Award (2009).(dgs)

BACA JUGA:

Bidan Punya Peran Penting dalam Mencegah Penularan HIV dari Ibu ke Anak

#Selebritas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
EJAE dan Sam Kim Resmi Menikah, Majukan Tanggal dan Ubah Lokasi Acara dari California ke Seoul
Pasangan ini awalnya merencanakan pernikahan di California bulan depan, tapi memindahkan lokasi ke Korea dan memajukan tanggalnya sekitar satu bulan lebih awal
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 EJAE dan Sam Kim Resmi Menikah, Majukan Tanggal dan Ubah Lokasi Acara dari California ke Seoul
Fashion
Di Balik Bra Rp 900 Miliar Kylie Jenner, Victoria’s Secret Hidupkan lagi Fantasi
‘Fantasy Bra’ yang dibawakan Jenner malam itu merupakan aksi pamer (stiunt) khas Victoria's Secret.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Di Balik Bra Rp 900 Miliar Kylie Jenner, Victoria’s Secret Hidupkan lagi Fantasi
ShowBiz
RJ Mitte, Bintang 'Breaking Bad', Meninggal Dunia
Penyebab kematiannya belum diketahui secara resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
RJ Mitte, Bintang 'Breaking Bad', Meninggal Dunia
ShowBiz
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
Terhitung sejak 5 Oktober 2026, Muhammad Irfan, yang selama ini dikenal sebagai Ifan, resmi mengundurkan diri dari GOVINDA.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
ShowBiz
Brad Pitt Jadi Wajah Baru Mercedes-AMG dalam Kampanye 'TOO HARD TO RESIST'
Mercedes-AMG menyoroti karakter kendaraan yang memadukan desain khas, performa bertenaga, serta sensasi berkendara yang sulit diabaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Brad Pitt Jadi Wajah Baru Mercedes-AMG dalam Kampanye 'TOO HARD TO RESIST'
ShowBiz
Baru Jadian Sama T.O.P, Gaya PDKT Nana Jadi Sorotan
Nana memberikan gambaran tentang pendekatannya sendiri dalam menyeimbangkan kisah cinta di tengah kesibukan jadwalnya.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Baru Jadian Sama T.O.P, Gaya PDKT Nana Jadi Sorotan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
Anak Sulung Cindy Crawford, Presley Gerber, Meninggal Dunia pada Usia 27 Tahun
Presley merupakan seorang model seperti ibu dan adik perempuannya, Kaia.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Anak Sulung Cindy Crawford, Presley Gerber, Meninggal Dunia pada Usia 27 Tahun
ShowBiz
Asri Welas Curi Perhatian di Acara Olahraga Nasional, Tampil sebagai Pesilat
Asri berlatih untuk menjadi performer seni silat di ajang olahraga Tanah Air berajuk Indonesia Sport Summit.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Asri Welas Curi Perhatian di Acara Olahraga Nasional, Tampil sebagai Pesilat
ShowBiz
Kim Kardashian Dapat Kompensasi atas Perampokan Senilai Rp 106 Miliar, cuma Dikasi Rp 19 Ribu
Jumlah tersebut merupakan kompensasi yang memang diminta Kardashian.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Kim Kardashian Dapat Kompensasi atas Perampokan Senilai Rp 106 Miliar, cuma Dikasi Rp 19 Ribu
Bagikan