Sekolah Offline Tiba, Ini yang Harus Disiapkan Orangtua

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 30 Agustus 2021
Sekolah Offline Tiba, Ini yang Harus Disiapkan Orangtua

Persiapan yang harus dilakukan orang tua untuk sekolah tatap muka. (Foto: Unsplash/Kuanish Reymbaev)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DENGAN tingkat vaksinasi yang masih rendah di Indonesia, peningkatan kasus COVID-19 pada anak-anak, dan varian baru COVID-19 yang semakin ganas, dapat dimengerti bahwa orangtua memiliki kekhawatiran tersendiri dan takut untuk mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah. Apalagi jika mempunyai anak-anak yang belum pernah pergi ke sekolah tatap muka, tentu saja saat sekolah tatap muka diberlakukan kembali nantinya, akan menjadi pengalaman baru dan pertama mereka untuk bertemu teman-teman.

Namun, bagaimana pun kamu harus mempersiapkan diri dan anak-anakmu untuk kembali ke sekolah. Pikirkan tentang kebutuhan individu anak kamu. Karena setiap anak memiliki kepribadian, kekuatan, dan persyaratannya sendiri sehingga memerlukan persiapan dan dukungan yang berbeda. Cari tahu kekhawatiran anak kamu, apakah mereka khawatir tertular virus atau takut anggota keluarga sakit karena mereka. Setelah kamu mengetahui kekhawatiran buah hati, kamu dapat memberi mereka informasi dan kepastian untuk membantu merasa aman di sekolah.

Baca juga:

Enak, 4 Snack Sehat ini Disukai Anak-Anak

Peraturan yang berubah mungkin membingungkan bagi anak yang lebih kecil (Foto: Unsplash/Ivan Aleksic)
Peraturan yang berubah mungkin membingungkan bagi anak yang lebih kecil (Foto: Unsplash/Ivan Aleksic)

Pertimbangkan bagaimana perubahan rutinitas dan aktivitas sekolah akan memengaruhi anak kamu. Misalnya, mungkin ada aturan baru yang diterapkan di sekolah seperti lokasi duduk, kegiatan yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan jadwal sekolah. Beberapa aktivitas yang disukai anak kamu saat sekolah tatap muka sebelumnya mungkin sudah tidak diperbolehkan saat ini, contohnya seperti berenang, bermain di taman ataupun berolahraga bersama. Bantu anak kamu untuk memahami perubahan tersebut pada hari sekolah mereka dan mengapa hal itu terjadi.

Kamu juga harus melatih anak-anakmu mengenai apa yang telah mereka pelajari selama pandemi. Misalnya, kamu mungkin telah membangun kebiasaan yang baik seperti memakai masker dengan benar, mencuci tangan dan mempraktikkan jarak sosial. Teruslah memperkuat perilaku tersebut saat hari pertama sekolah mendekat, mengoreksi anak sesuai kebutuhan dan memuji mereka karena melakukan hal yang benar, terutama untuk anak dengan usia yang lebih kecil karena mereka mungkin belum terlalu memahami hal tersebut.

Ajarkan mereka untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan atau saat menerima sesuatu dari orang lain untuk mengindari penyebaran virus. Pakaikan juga kalung masker kepada anak-anak agar mereka tidak sembarangan meletakkan masker mereka saat dilepas. Ajarkan untuk menggunakan masker dengan layer tambahan dan membawa cadangan masker lebih untuk ditukar saat sudah dipakai terlalu lama.

Untuk mempermudahmu dan mencegah hal-hal penting selama pandemi dilupakan, kamu bisa membuat daftar kemasan untuk penggunaan sehari-hari. Pastikan anak kamu memakai masker sebelum meninggalkan rumah dan membawa lebih dari satu masker cadangan. Pastikan juga mereka membawa tissue disinfektan untuk mengelap permukaan meja dan kursi saat di sekolah dan membawa pembersih tangan pribadi atau hand sanitizer.

Jika kamu masih tetap khawatir bahwa pencegahan yang sudah dilakukan mungkin belum cukup, biarkan anak-anakmu untuk membawa botol minum sendiri dan buatkan mereka bekal serta snack yang sehat. Pastikan juga porsinya cukup banyak agar mereka tidak membeli makanan dari luar atau dari kantin sekolah.

Baca Juga:

Gim Android yang Ramah untuk Anak-anak

Sekolah tatap muka merupakan hal yang paling ditunggu oleh anak-anak saat ini. (Foto: Unsplash/Cdc)
Sekolah tatap muka merupakan hal yang paling ditunggu oleh anak-anak saat ini. (Foto: Unsplash/CDC)

Ingat untuk tidak terlalu fokus dengan alat pencegahan virus, pastikan anak-anak sudah mengemas semua alat tulis dan buku yang diperlukan, termasuk barang-barang yang tidak boleh dibagikan seperti pensil, penghapus dan lain sebagainya. Jika anak kamu mengikuti kelas olahraga pada hari itu, pastikan mereka mengenakan seragam yang tepat dan membawa perlengkapan yang diperlukan.

Mungkin menjengkelkan bagi seorang anak mendengar orangtuanya terus mengingatkan tentang sesuatu yang ia pikir sudah ia ketahui. Jadi daripada menceramahi, tanyakan kepada anak-anak apa yang harus mereka lakukan tentang pencegahan dan biarkan mereka memimpin percakapan. Cara ini akan membantu memperkuat kebiasaan dan memungkinkan mereka untuk melalukannya dengan baik.

Saat sekolah tatap muka diberlakukan lagi nantinya, periksa anak kamu setiap pagi, apakah mereka memiliki gejala COVID-19 yang dan biarkan mereka di rumah jika mereka merasa tidak sehat. Waspadai gejala seperti demam, batuk, sakit badan, kelelahan, sesak napas, pilek, sakit tenggorokan, diare, mual, sakit kepala, dan kehilangan rasa atau penciuman. Bekali anak-anak tentang pengetahuan gejala COVID-19 sehingga mereka bisa memberitahumu saat mereka merasakan gejala tersebut.

Jika satu atau lebih anak kamu dinyatakan positif COVID-19, beri tahu sekolah sesegera mungkin untuk memastikan pelacakan kontak yang efektif dilakukan. Sedangkan, jika anak kamu secara langsung melakukan kontak dengan seseorang yang dites positif COVID-19, harap ikuti pedoman isolasi yang diamanatkan oleh otoritas kesehatan dan beri tahu anak kamu kenapa mereka tidak boleh pergi ke sekolah untuk sementara waktu. (Tel)

Baca juga:

Kak Seto Klaim Banyak Anak-Anak Stres Belajar di Rumah Gegara Orangtua

#Breaking #Sekolah #COVID-19 #Tahun Ajaran Baru #Anak Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
KPK gelar OTT dan tangkap Sestama BNPB Rustian terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Cek profil dan kronologi penangkapan beserta barang buktinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
Indonesia
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Cari tahu info gempa terkini! Guncangan gempa Banten hari ini bermagnitudo 4,6 berpusat di laut Muarabinuangeun dan terasa hingga Palabuhan Ratu. Cek detailnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Bagikan