Sekjen PDIP Sebut Jokowi Miliki Semangat Kemanusiaan Beda dengan Soeharto

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 21 Juli 2019
Sekjen PDIP Sebut Jokowi Miliki Semangat Kemanusiaan Beda dengan Soeharto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Fadhli

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Presiden Jokowi memiliki semangat kemanusiaan dengan mau turun langsung ke bawah untuk menyapa masyarakat.

"Pak Jokowi hatinya terbuka terhadap penderitaan rakyat, sehingga mengalirlah kebijakan-kebijakan membebaskan rakyat dari penderitaan dan belenggu 'penjajahan'. Kebijakan tersebut menjadi spirit Presiden Soekarno yang kemudian dijalankan oleh Presiden Megawati," kata Hasto di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (21/7)

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Sebut Jokowi Antitesis Prabowo

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sampaikan sambutan pada acara pagelaran wayang "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu 20/7/2019) malam sampai Minggu dini hari. (Antaranews/Riza Harahap)
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sampaikan sambutan pada acara pagelaran wayang "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu 20/7/2019) malam sampai Minggu dini hari. (Antaranews/Riza Harahap)

Hasto juga mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan postingan Presiden Joko Widodo di akun instagram pribadinya, yang menuliskan kata-kata Lamun siro sekti ojo mateni.

Menurut Hasto, kalimat yang dituliskan Presiden Joko Widodo di akun instagramnya itu mengandung pesan kemanusiaan yang dalam.

"Kata-kata itu bermakna meskipun kuat tapi tidak boleh mematikan. Itu artinya, kekuasaan tidak boleh dimanfaatkan untuk menindas," ujarnya dilansir Antara

Baca Juga: Hasto: Jangan Manfaatkan Kultur Rakyat yang Pemaaf

Hasto menyatakan beruntung memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi.

"Semangat untuk tidak menindas ini seharusnya dimiliki oleh pemimpin, sehingga menjadi teladan bagi rakyat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyentil pemerintahan Presiden Soeharto pada era orde baru selama 32 tahun.

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul Bogor, Jawa Barat (Foto: Antaranews)

Baca Juga: Hasto: Hoaks Ancaman Peradaban Bangsa

"Kita belajar dari pemerintahan orde baru, yang memanfaatkan kekuasaan secara otoriter," pungkasnya. (*)

#Hasto Kristiyanto #Presiden Jokowi #Soeharto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
PDIP kirim surat setelah adanya pernyataan dari petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
PDIP Tagih Jawaban BGN soal Data Kader Diduga Ikut Proyek MBG
Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia harus tetap teguh sebagai suri teladan dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penghisapan antar bangsa.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 April 2026
Hasto Tegaskan PDIP Konsisten Dorong Kemerdekaan Palestina
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Warga Kedung Ombo, Boyolali, Gugat Presiden Prabowo soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Soeharto masih belum membayar ganti rugi tanah puluhan warga setempat akibat proyek negara Waduk Kedung Ombo Boyolali pada 1985-1989.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
Warga Kedung Ombo, Boyolali, Gugat Presiden Prabowo soal Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Bagikan