Sejarah Pembuatan Game Metal Gear, Sempat Ditolak hingga Niat Kojima Pukul Tim Konami agar Disetujui

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 17 Desember 2024
Sejarah Pembuatan Game Metal Gear, Sempat Ditolak hingga Niat Kojima Pukul Tim Konami agar Disetujui

Metal Gear Solid. (Foto: Gog)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembuatan waralaba game Metal Gear ternyata tidak mulus begitu saja. Sang pembuat game, yakni Hideo Kojima bercerita ia pernah memiliki niat untuk memukul orang-orang di Konami agar idenya itu bisa disetujui dan digarap.

Dalam sebuah wawancara dengan Kojima yang diunggah oleh Shmupulations, pembuat game asal Jepang itu menceritakan berbagai tantangan yang mesti ia hadapi dalam menggarap game tersebut.

Kojima bercerita, awalnya Konami ingin menggarap game perang tapi rencana itu tak kunjung usai. Makanya, akhirnya Kojima mengajukan ide untuk menciptakan Metal Gear Solid, yang lebih mengutamakan aksi senyap dalam menjalankan misi.

"Yang ingin saya buat, dalam lingkup permainan 'perang', adalah permainan melarikan diri. Anda tahu film lama, The Great Escape? Saya pikir akan sangat hebat untuk membuat permainan yang dibangun di sekitar konsep seperti itu," kenang Kojima, dikutip dari Games Radar, Selasa (17/12).

Baca juga:

'Metal Gear Solid 3 Remake' Sedang dalam Penggarapan

Sayangnya, beberapa tim dari Konami tidak tertarik dengan ide Kojima tersebut. Maklum, Kojima masih 'anak bawang' saat itu di Konami. Kojima kesal dan dia sempat memiliki niat untuk memukuli mereka agar idenya itu bisa berjalan.

"Saya masih seorang perencana baru di Konami, jadi saya rasa tidak ada yang mau mendengarkan apa yang saya katakan, tidak ada motivasi sama sekali sejak awal. Rasanya seperti, apa yang harus saya lakukan di sini, apakah saya harus mulai memukuli orang?" ujar Kojima.

Untungnya, hal itu tidak sampai menimbulkan pertengkaran. Situasinya berubah menjadi perlawanan pasif-agresif saat ada seorang karyawan yang lebih tua menyukai ide-idenya. Proyek Metal Gear pun akhirnya dapat berjalan.

Namun, Kojima mengatakan timnya masih belum sepenuhnya yakin dengan idenya sampai mereka melihat tanda seru ikonik muncul di atas kepala musuh ketika mereka terkejut saat mengerjakan versi game tersebut. "Itu membuat mereka yakin dengan konsepnya."

Baca juga:

Majukan Esports, FIFA dan Konami Bakal Gelar FIFAe World Cup

Kojima memang seorang penggemar film. Makanya dia menjadikan The Great Escape sebagai inspirasi penggarapan Metal Gear. Meski begitu, saat ditanya kenapa ia tidak tertarik terjun ke dunia film, Kojima menjawab itu karena di Jepang susah dapat modal untuk memproduksinya.

"Industri film di Jepang sangat tertutup, dan tidak ada yang akan memberi Anda uang untuk membiayai film," katanya. (ikh)

#Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan