Seberapa Gaul Tongkrongan Anak Jakarta yang Hijrah ke Bali?

annehsannehs - Minggu, 25 April 2021
Seberapa Gaul Tongkrongan Anak Jakarta yang Hijrah ke Bali?

Hijrah ke Bali, kerja sambil hangout. (Foto: Instagra/findingfiona_)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MILENIAL dan generasi Z tengah memiliki cara baru dalam mengakali pandemi yang penuh stres dan ketakutan. Jika kita memperhatikan media sosial kita, tidak jarang beberapa teman kita mencoba untuk escape dari kekelaman duniawi dengan cara hijrah ke Pulau Dewata.

Sharon Shalisa Winarko, wanita karier berusia kepala dua asal Jakarta memang berencana untuk tinggal secara permanen di Bali. "Aku memang kerja disini (Bali) sekarang. Tapi kalau memang harus resign, aku akan cari di Bali lagi karena sudah enggak pengen di Jakarta," ungkapnya ketika diwawancara oleh MerahPutih.com via direct message Instagram.

Baca juga:

Intip Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Monumen Kapal Selam Surabaya

bali
Ketika mumet, Sakura sering mengunjungi pantai. (Foto: Unsplash/Alexa West)

Sharon pun memiliki alasan yang ketika memutuskan untuk hijrah ke Bali. Alasan utamanya adalah ingin mencari ketenangan dan ingin hidup sendiri. Sejak lama, ia telah berkeinginan untuk hidup secara mandiri dan tidak seatap lagi dengan orangtua.

Kehidupan di Bali pun menawarkan hal-hal yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan Jakarta. Ketika sedang suntuk, kemegahan pusat perbelanjaan di bilangan Jakarta tidak mampu untuk memberikan ketenangan baginya. Sebagai pencinta alam, pantai-lah menjadi jawaban bagi Sharon untuk bisa membantu dirinya tetap stay sane inside insanity.

"Enaknya (tinggal di Bali) jadi lebih enggak stressful juga karena aku kan suka ke pantai. Jadi kalau misalnya mumet gitu, bisa langsung ke pantai. Kalo di Jakarta kan, hiburannya paling mall-mall doang," ungkapnya.

Membahas tentang leisure, Sharon mengaku memiliki gaya hidup yang cukup berbeda dengan orang Jakarta yang biasanya WFB (Work From Bali) atau sudah hijrah ke Bali secara permanen.

Biasanya, kegiatan-kegiatan mereka antara lain melipir dan foto-foto di kafe atau bar yang hits dan lucu, kulineran, dan pastinya nongkrong ke beach club ternama untuk menikmati dunia gemerlap Bali yang berbeda auranya dengan di Jakarta.

Bahkan, Sharon pernah menggunakan aplikasi couchsurfing untuk menambah teman yang memiliki kesamaan hobi yaitu traveling dan mejelajah Bali.

Bali. (Foto ist)
Bekerja di Bali memiliki atmosfir yang berbeda dengan tempat lain. (Foto: Unsplash/Wherda Arsianto)

Menurut PlayStore Google, Couchsurfing Travel App mengklaim dirinya sebagai cara terbaik untuk terhubung dengan orang lokal dan teman-teman dari berbagia belahan dunia untuk mencari teman travel bersama atau menjadi host bagi kampung halamanmu sendiri.

Sharon mengatakan bahwa ia sempat berkenalan dan ketemu beberapa kali melalui aplikasi tersebut, walau sebagian besar tidak lanjut.

Secara pribadi, Sharon lebih tertarik untuk menjelajahi keindahan alam Bali. "Terus, sudah sih, sejauh ini enggak pernah lihat orang-orang (Jakarta) yang explore Bali gimana ya, pasti cuma (mendatangi) kafe-kafe lucu atau foto-foto," paparnya. "I think it's kinda different for me. Karena aku lebih suka explore Bali. Jadi, that's how I see orang Jakarta (yang ke Bali)," jelasnya.

Di sisi lain, Sharon pun mengakui bahwa night life di Bali memiliki vibe yang berbeda dengan di Jakarta. "Aku bukan yang not into clubs banget, tapi memang club disini lebih fun daripada di Jakarta," ungkapnya. "Di Jakarta, aku sama sekali not interested. Kalau disini, aku suka, tetapi aku pilih-pilih teman, enggak mau sembarangan dan enggak berani dengan strangers," tambahnya.

Baca Juga:

Lima Destinasi Wisata di Gunung Kidul Berlakukan Pembayaran E-Ticketing

bali
Bekerja di Bali bukan berarti bersenang-senang sepanjang hari. (Foto: Unsplash/Timo Wagner)

Menanggapi gaya hidup segelintir anak Jakarta yang tegolong 'hedon' di Bali, Sharon mengaku bahwa gaya hidup seseorang memang bergantung pada cara pandang mereka masing-masing.

"Mengenai lifestyle, I think balik lagi ke masing-masing orang. Of course, pasti tergantung gaji mereka berapa dan apakah mereka cukup dewasa untuk punya financial planning, jadi mereka enggak seboros itu," jelasnya.

"Atau, bisa jadi mereka masih dapat uang ekstra dari their parents jadi bisa agak hedon dikit. Jadi, kembali lagi ke masing-masing dan bagaimana cara mereka mengalokasikan uang mereka masing-masing," tambah Sharon.

Di sisi lain, Sharon yang telah mandiri secara finansial pun merasa bahwa harus ada batas-batas yang penting dalam bergaya hidup. Melihat pengalaman teman-temannya di Bali dengan pola pikir dan kondisi finansial yang beragam, Sharon merasa bahwa dirinya harus bisa 'tahu diri' ketika hidup sendiri.

"Kalau aku mikirnya, personally, aku biasa aja sih kehidupannya, aku ngebatesin aja. Karena aku ini kan sekarang officially tinggal sendiri, ngekos, hidup bener-bener sendirian. Beda dengan kuliah dan magang dulu pas biaya kosan dan lain-lain masih ditanggung orangtua. Jadi, aku sih sekarang harus tahu diri banget," tutupnya. (shn)

Baca Juga:

Alun-Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta, Tempat Nongkrong Sambil Melihat Kerbau Bule

#Travel #Wisata #Wisata Bali #Bali #Dunia Kerja #Hijrah #April Tongkrongan Di Negeri Aing #Plesir
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Fun
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menawarkan banyak pilihan lokasi berlibur singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh, tetapi tetap seru dan asik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Indonesia
Dari Bandara ke Canggu Macet Parah, Taksi Air Jadi Solusi Pemprov Bali
Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan pemerintah pusat mencari alternatif melalui pengembangan taksi laut.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Dari Bandara ke Canggu Macet Parah, Taksi Air Jadi Solusi Pemprov Bali
Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Travel
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
Wisatawan internasional yang datang untuk konser BTS pada Maret dan awal April tinggal lebih lama dan menghabiskan uang secara signifikan lebih besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
BTS Datangkan Lebih Banyak Fulus untuk Korea Selatan, Bikin Pengeluaran Turis Melonjak 38 Kali Lipat
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Indonesia
WNA Ikut Sumbang 31% Kasus HIV/AIDS Baru, Warga Asli Bali Diimbau Hindari Kontak Seksual
Sepanjang tahun 2025 terdapat 2.039 kasus HIV/AIDS baru di Bali, dengan sekitar 31 persen di antaranya berasal dari warga luar Bali dan WNA.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
 WNA Ikut Sumbang 31% Kasus HIV/AIDS Baru, Warga Asli Bali Diimbau Hindari Kontak Seksual
Indonesia
Masuk Ancol Satu Mobil Beramai-Ramai Kena Harga Flat Rp 120 Ribu
Program promo ini berlaku untuk mobil pribadi nonkomersial, jadi cocok sekali buat pengunjung yang ingin datang beramai-ramai dalam satu kendaraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Masuk Ancol Satu Mobil Beramai-Ramai Kena Harga Flat Rp 120 Ribu
Indonesia
Perjalanan Kereta Terpanjang di Indonesia KA Blambangan Ekspres makin Diminati, Jumlah Wisatawan ke Banyuwangi Capai 1 Juta Lebih dalam Setahun
Dengan jarak tempuh mencapai 1.031 kilometer, KA Blambangan Ekspres menjadi relasi kereta api terpanjang di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
Perjalanan Kereta Terpanjang di Indonesia KA Blambangan Ekspres makin Diminati, Jumlah Wisatawan ke Banyuwangi Capai 1 Juta Lebih dalam Setahun
Indonesia
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Balai Taman Nasional (BTN) Komodo mengimbau wisatawan untuk tidak hanya fokus ke kawasan Taman Nasional Komodo, yang kini menerapkan kuota kunjungan harian sebanyak 1.000 orang
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Indonesia
Wisata Hemat, Promo Ancol April - Mei 2026: Tiket Dufan Mulai Rp 170 Ribu
Ancol hadirkan promo paket hemat April-Mei 2026. Tiket Dufan mulai Rp170 ribu, lengkap dengan voucher makan. Cek harga Sea World hingga Atlantis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Wisata Hemat, Promo Ancol April - Mei 2026: Tiket Dufan Mulai Rp 170 Ribu
Bagikan