kesehatan

Lebih Mengerikan dari Corona, Virus Ini Membinasakan Setengah Populasi Manusia

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 12 Maret 2020
Lebih Mengerikan dari Corona, Virus Ini Membinasakan Setengah Populasi Manusia

Wabah flu Spanyol (Sumber: History)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VIRUS COVID-19 atau dikenal dengan sebutan virus Corona benar-benar menjadi ancaman paling mematikan di berbagai belahan Bumi. Tercatat ada 122.012 kasus virus ini dari 113 negara. Indonesia pun tak luput dari virus corona. Sebanyak 34 pasien di Indonesia menjalani perawatan untuk virus corona. Semua orang dilanda was-was dan takut.

Namun, jauh sebelum virus corona merebak, sebuah penyakit pernah meneror manusia. Sejarah kelam mencatat bahwa 100 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1918, wabah penyakit bernama Flu Spanyol membinasakan setengah populasi manusia di seluruh dunia.

Tak ada satu pun negara yang luput dari jangkauan flu mematikan ini. Disebut mematikan karena peluang pasien Flu Spanyol untuk meninggal usai terinfeksi virus ini yakni sekitar 20 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pasien yang meninggal karena influenza yang hanya berkisar di angka 0,1 persen.

Baca juga:

Tawarkan Rp65 Juta untuk Jadi Subjek Penelitian Virus Corona

Seorang ilmuwan asal Australia, Juergen Mueller dan Niall Johnson dalam penelitiannya tahun 2002 menyebutkan bahwa jumlah kematian yang disebabkan oleh Flu Spanyol diperkirakan mencapai 50 hingga 100 juta jiwa. Kematian terbesar terjadi pada balita, pasien kelompok usia 20-40 tahun, dan pasien kelompok usia 70-74 tahun.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kematian yang disebabkan oleh Perang Dunia I yang berjumlah 15 juta jiwa. Media penyebaran virus ini adalah udara. Itulah sebabnya mengapa Flu Spanyol dapat merebak begitu cepat ke seluruh dunia.

Flu Spanyol
Flu Spanyol (Sumber: The Boston Globe)

Satu persatu epidemiologis mulai menjelaskan spekulasinya masing-masing. Episdemiologis Amerika menyebut virus ini dibawa oleh buruh Tiongkok dan Vietnam yang bekerja di pangkalan militer Inggris dan Perancis saat Perang Dunia I. Sementara pakar dari Australia menyebut wabah ini pertama kali bermula di Camp Funston dan Haskell County, Kansas, Amerika Serikat.

Uniknya, tak ada satu pun teori atau pakar yang menyebut asal usul penyebaran penyakit ini dari Spanyol meskipun ia dinamakan "Flu Spanyol". Dalam buku Flu: The Story of The Great Influenza Pandemic of 1918 and the Search for the Virus that Caused It karya Gina Kolata menyebutkan bahwa penamaan Flu Spanyol berkaitan dengan maraknya media Spanyol yang memberitakan wabah pandemik ini.

Flu Spanyol
Virus Flu Spanyol (Sumber: The Guardian)

Seperti yang sudah disebutkan, tak ada satupun wilayah yang terbebas dari Flu Spanyol, termasuk Indonesia. Virus ini pertama kali masuk ke Indonesia melalui jalur laut. Penyebaran flu Spanyol di Indonesia dimulai dari Sumatera Utara pada Juni 1918.

Kurang dari sebulan virus menyebar ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kemudian virus mulai masuk Kalimantan (Banjarmasin dan Pulau Laut), Bali, dan Sulawesi. Sebulan kemudian, virus ini sudah masuk ke daratan Papua dan Maluku.

Baca juga:

Virus Corona 'Tumbangkan' Penjualan iPhone dan Android

Meskipun sudah banyak yang terinfeksi Flu Spanyol di Indonesia, gejala penyakit ini masih sulit dideteksi. Gejala awal yang terlihat adalah pilek berat, bersin-bersin, batuk kering dan sakit kepala. Burgelijken Geneeskundigen Dienst (Dinas Kesehatan) bahkan menganggap Flu Spanyol sebagai kolera dan menginstruksi vaksinasi kolera.

Kesalahan diagnosa justru membuat korban yang terjangkit semakin banyak. Praktis itu membuat seluruh rumah sakit di Indonesia disesaki oleh pasien yang ingin berobat. Media Koloniaal Weekblad di tahun 1919 menyebut satu dokter bertanggungjawab untuk menangani 800 pasien. Keadaan tersebut tentu membuat dokter-dokter merasa frustasi.

Flu Spanyol
Flu Spanyol (Sumber: Vox)


Banyak pasien yang tidak terselamatkan. Mereka yang meninggalkan bahkan dibiarkan bergeletakan di jalanan. Itu karena, para penggali kubur turut terpapar virus Flu Spanyol. Berdasarkan catatan Handelingen van den Volksraad, korban Flu Spanyol di bulan November 1918 berjumlah 402.163 jiwa.

Menurut informasi yang dilansir dari The Guardian, pada 26 Maret 1920 sebanyak 200 mahasiswa Kedokteran di Manchester University diinokulasi melawan flu Spanyol dengan vaksin yang dibuat pemerintah. Sayangnya percobaan tersebut tidak berhasil. Kemanjurannya masih harus dicari. (Avia)

Baca juga:

Tom Hanks, Bintang Hollywood Pertama yang Dinyatakan Positif Corona

#Virus Corona #Flu Spanyol #Spanyol #Pasien Corona #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Pecahnya materi genetik, akan menurunkan kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Dunia
Gerhana Matahari Total Bikin Harga Hotel di Spanyol Naik Selangit Hingga 500%
Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 membuat harga hotel di Spanyol melonjak hingga 500%. Soria mencatat tarif Rp18,7 juta per malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Gerhana Matahari Total Bikin Harga Hotel di Spanyol Naik Selangit Hingga 500%
Indonesia
Krisis Imigran ke Eropa Kian Panas, Ratusan Orang Meninggal Saat Menyeberangi Laut Mediterania
Sementara, Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol di kawasan Afrika Utara, kian memanas dan menyebabkan bentrokan antara warga
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Krisis Imigran ke Eropa Kian Panas, Ratusan Orang Meninggal Saat Menyeberangi Laut Mediterania
Dunia
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Sejumlah imigran yang tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika, mengeklaim otoritas Maroko membantu mereka menyeberangi perbatasan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Indonesia
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Ceuta sendiri merupakan kota otonom dan wilayah eksklave milik Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara, berbatasan langsung dengan negara Maroko, serta menghadap ke Selat Gibraltar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Indonesia
Ribuan Imigran Menyebrang ke Kota Otonom Spanyol Ceuta di Afrika Utara
ota Ceuta mengalami lonjakan tajam kedatangan jumlah migran dari Maroko yang berusaha memasuki kota otonom Spanyol yang terletak di Afrika Utara itu dengan berenang maupun berjalan kaki.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Ribuan Imigran Menyebrang ke Kota Otonom Spanyol Ceuta di Afrika Utara
Olahraga
TC di Eropa, Timnas Indonesia Jajal 3 Klub Futsal Elit Spanyol-Portugal
Timnas futsal Indonesia jalani TC di Spanyol 11–24 Agustus 2026. Garuda akan menghadapi Palma Futsal, Noia Futsal, dan Braga Futsal sebagai persiapan menuju Piala Dunia Futsal 2028.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
TC di Eropa, Timnas Indonesia Jajal 3 Klub Futsal Elit Spanyol-Portugal
Olahraga
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Penampilan pemain berusia 26 tahun mengenakan topi bertuliskan empat kata tersebut memicu dua penafsiran berbeda
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Ferran Torres Pamer Topi 'Make Spain Great Again' Saat Parade Juara, Gedung Putih Angkat Bicara
Olahraga
Piala Dunia 2030 Cetak Sejarah! Bakal Digelar di 6 Negara, ini Daftar Tim yang Lolos Otomatis
Piala Dunia 2030 bakal digelar di enam negara. Lalu, siapa saja tim yang lolos otomatis?
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Piala Dunia 2030 Cetak Sejarah! Bakal Digelar di 6 Negara, ini Daftar Tim yang Lolos Otomatis
Olahraga
Pau Cubarsi Paredes Peraih Young Player of the Tournament 2026, Awal Karier Sampai Disebut Trio Catalan
Cubarsi bisa dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik setelah timnasnya mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2026 dengan skor 1-0.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Pau Cubarsi Paredes Peraih Young Player of the Tournament 2026, Awal Karier Sampai Disebut Trio Catalan
Bagikan