Sebaiknya Bra Tidak Dimasukan ke Pengering

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 16 Januari 2021
Sebaiknya Bra Tidak Dimasukan ke Pengering

Mencuci bra sebaiknya dengan tangan. (Foto: Pixabay/jackmac34)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BRA yang bersih merupakan bagian dari menjaga kebersihan diri. Bra sangat mudah kotor karena debu dan keringat. Jika tidak cuci bersih, bisa timbul masalah kulit seperti iritasi atau infeksi jamur dan bakteri.

Menurut Alok Vij, MD, dokter kulit asal AS, mencuci bra perlu dilakukan secara rutin. Umumnya dicuci setiap dua sampai tiga kali pemakaian, ini bertujuan untuk menghilangkan keringat, kotoran, dan minyak yang menumpuk di kain.

Baca Juga:

Ada Bahaya Mengintip di Balik Bra Kawat

Sayangnya, terlalu sering mencuci bra juga bisa menyebabkan bra cepat rusak. Entah bentuknya yang berubah atau elastisitasnya berkurang. Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir karena jika dicuci dengan benar, bra akan bersih dan tahan lama. Berikut adalah beberapa cara mencuci bra yang benar, seperti dikutip dari Cosmopolitan.

1. Pisahkan bra dari pakaian lain

cuci
Sebaiknya bra dicuci terpisah. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Saat mencuci bra, sebaiknya pisahkan bra dengan pakaian kotor lainnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kamu saat mencuci bra. Selain itu, cara ini juga bisa mencegah pengait bra tersangkut dengan pakaian lain.


2. Suhu air

cuci
Suhu air sesuai dengan kebutuhan bra. (Foto: Pexels/Flora Westbrook)

Pastikan temperatur air sesuai dengan kondisi dan jenis bra. Beberapa orang biasanya memilih air panas untuk mengangkat noda. Ternyata, air panas justru bisa mengurangi tingkat elastisitas bra.

Nah, sebaiknya kamu gunakan air hangat. Air hangat cocok digunakan jika bra terdapat noda. Kemudian saat kamu mencuci bra dengan kawat, lebih baik menggunakan air dingin. Sebab, kawat bra biasanya terbuat dari besi, plastik, atau resin yang mudah rusak jika terkena suhu panas terus-menerus.

Baca Juga:

Cara Tepat Mencuci Celana Jins

3. Deterjen

cuci
Deterjen bisa memicu masalah kulit. (Fotot: Pixabay/karunasanghvi)


Menggunakan terlalu banyak deterjen bisa membuat residu menempel pada bra saat dibilas. Residu deterjen ini bisa memicu masalah pada kulit pada orang dengan kulit sensitif.

Kemudian, pilihlah deterjen tanpa mengandung pemutih dan alkohol. “Jika kamu tidak memiliki deterjen tersebut, gunakanlah sampo bayi untuk mencuci bra,” kata pemilik The Rack Shack, Laura Henney.


4. Cuci bra dengan tangan

cuci
Sebaiknya bra dicuci dengan tangan bukan dimasukan ke dalam mesin pencuci. (Foto: Pexels/Ekaterina Belinskaya)


Walaupun mencuci bra dengan mesin cuci lebih praktis. Namun, lebih baik jika bra dicuci dengan tangan. Terutama untuk bra dengan kawat dan berbahan khusus, yang akan rusak saat dicuci dengan mesin.

“Mencuci bra dengan tangan adalah cara terbaik untuk menghilangkan semua keringat dan bau. Selain itu, cara ini juga bisa membuat bra kamu tetap dalam kondisi yang baik,” tambah Henney.


5. Mengeringkan dan menjemur bra

cuci
Jemur di tempat teduh dan berangin. (Foto: Pexels/@thiszun)


Hindari mengeringkan bra dengan alat pengering atau spinner. Sebab, alat itu bisa merusak elastisitas dan detail halus pada bra. “Memasukkan bra ke dalam alat pengering juga bisa merusak bentuknya dan membuat struktur bra cepat rusak,” tutup Henney.

Lalu saat menjemur bra, pastikan kamu menjemurnya di bawah sinar matahari atau di tempat yang teduh dan berangin. Selain itu saat menjemur, jangan menggantung bra tepat di bagian talinya. Sebab, jika kamu menggantung di bagian tali dalam keadaan basah, bisa membuat tali bra cepat melar. (scp)

Baca Juga:

Sprei Harus Dicuci Seminggu Sekali

#Kesehatan #Bra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan