Kesehatan

Sayangi Hatimu, Konsumsi yang Sehat Saja

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 08 Oktober 2020
Sayangi Hatimu, Konsumsi yang Sehat Saja

Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang berisiko penyakit liver. (Foto: Unsplash/Boxed Water Is Better)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LIVER atau hati merupakan organ yang memegang peran penting untuk menjaga metabolisme dalam tubuh, demikian dilansir dari Alodokter. Hati berfungsi pula mendetoksifikasi atau menetralkan racun-racun yang ada dalam tubuh.

Salah satu cara untuk menjaga hatimu tetap baik adalah dengan mengonsumsi makanan sehat. Bila tidak hati akan mengalami gangguan seperti infeksi atau rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:

Begini Efek Samping Daun Sirsak Bagi Kesehatan Tubuh!

Jadi kamu harus menjaga konsumsi makanan, sebab tidak semua makanan, baik untuk tubuh kita. Bahkan beberapa makanan juga bisa meningkatkan risiko penyakit liver.

1. Camilan kemasan

liver
Sebaiknya mengurangi camilan kemasa. (Foto: Unsplash/Ananthu Ganesh)


Kamu salah satu yang hobi ngemil snack kemasan? Mulai saat ini sebaiknya kamu mengurangi camilan tersebut. Karena ternyata dengan terus menerus mengonsumsi camilan kemasan berisiko terkena penyakit liver. Biasanya makanan kemasan ini mengandung kadar gula, garam, dan juga lemak yang tinggi.

2. Alkohol

liver
Kurangi mengonsumsi alkohol untuk kesehatan liver. (Foto: Unsplash/Adam Wilson)


Sebaiknya mulai dari sekarang kamu perlu mengurangi konsumsi alkohol karena ia bisa menyebabkan berbagai macam penyakit liver. Liver akan bekerja ekstra untuk memecahkan alkohol dan mengeluarkannya dari dalam darah. Tidak hanya itu, enzim-enzim dalam liver juga bisa rusak bila terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Baca Juga:

Daun Pepaya, Pahit Tapi Menyehatkan

3. Tinggi gula

liver
Hindari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi. (Foto: Unsplash/Joanna Kosinska)


Mengonsumsi makanan atau minuman yang kadar gulanya tinggi juga tidak sehat dan berakibat pada kerusakan liver. Fungsi dari liver sendiri adalah memproses gula darah menjadi lemak. Sehingga ketika kamu mengonsumsi gula dalam jumlah yang banyak, tentu akan menghasilkan lemak lebih banyak. Lemak dalam hati ini menyebabkan sirosis atau kondisi di mana sel-sel dalam hati akan rusak dan nantinya sulit untuk diatasi.

4. Tinggi garam

liver
Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi garam. (Foto: Unsplash/Jason Tuinstra)


Pecinta junk food, mulai sekarang kamu tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi garam karena dapat menyebabkan lemak jenuh. Bahkan telalu sering bisa membuat liver mengalami peradangan. Bila hal ini terus terjadi bisa menimbulkan jaringan parut pada livermu. (ren)

Baca Juga:

Beberapa Penyebab Kencingmu Bau

#Kesehatan #Hati Liver #Minum Alkohol #Gula #Garam
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Jateng Bisa Jadi Wilayah Pendukung Swasembada Gula, DPR Dukung Hentikan Impor
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi gula nasional saat ini mencapai 2,68 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Desember 2025
Jateng Bisa Jadi Wilayah Pendukung Swasembada Gula, DPR Dukung Hentikan Impor
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Bagikan