Satire Pertanyaan Menohok ke Ketua KPK, Berani Jawab Enggak Firli Bahuri?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 07 Mei 2021
Satire Pertanyaan Menohok ke Ketua KPK, Berani Jawab Enggak Firli Bahuri?

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi teatrikal memprotes asesmen TWK terhadap pegawai KPK (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar aksi teatrikal memprotes asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/5).

Dalam aksi teatrikal itu, perwakilan koalisi, Wana Alamsyah, mengundang Ketua KPK Firli Bahuri untuk menjawab 13 soal menyangkut wawasan antikorupsi yang telah disusun oleh koalisi.

Baca Juga:

WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

"Sebenarnya ini aksi teatrikal kami terkait dengan undangan terbuka kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk mengisi soal-soal yang sudah kami susun terkait tes wawasan antikorupsi yang sudah kita buat," kata Wana kepada wartawan, Jumat (7/5).

Wana mengatakan, penting juga untuk menguji tes wawasan antikorupsi Firli Bahuri. Pasalnya, kepemimpinan Firli di KPK kerap mendapat sorotan. Firli bahkan pernah diputus melanggar kode etik oleh Dewan Pengawas KPK.

"Jika kita berbicara tentang pekaksanaan tes wawasan kebangsaan kita pun juga perlu menguji tes wawasan anti korupsi Ketua KPK Firli Bahuri. Kami sudah melampirkan sejumlah pertanyaan," ujar Wana.

Jumpa pers KPK soal hasil tes alih status pegawai ke aparatur sipil negara (ASN), di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/5). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Jumpa pers KPK soal hasil tes alih status pegawai ke aparatur sipil negara (ASN), di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/5). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ia menyatakan, bagaimanapun juga, asesmen TWK yang dilakukan KPK terhadap para pegawai memilik sejumlah permasalahan. Salah satunya, dugaan pertanyaan bersifat diskriminatif dan seksisme yang dilontarkan tim penanya kepada pegawai wanita KPK.

"Ini sebenernya counter kita terhadap upaya atau kerja-kerja yang dilakukan oleh KPK dalam rangka untuk mengeliminisai sejumlah orang yang ada di KPK," tegas dia.

Ini pertanyaan wawasan kebangsaan versi antikorupsi yang diajukan koalisi untuk Firli Bahuri

1. apakah pernah tidak melaporkan LHKPN?

2. pernah membeda-bedakan orang karena perbedaan aliran politik

3. apakah pernah menerima hadiah karena posisi/jabatan?

4. apakah pernah menggunakan mobil dinas di luar jam kantor dan bukan untuk urusan kantor?

5. apakah dalam menjalankan jabatan pernah berbohong?

6. apakah pernah membuat aturan karena pesanan orang atau kelompok untuk kepetingan pribadi?

7. apakah pernah makan-makan bersama calon tersangka?

Baca Juga:

Sejumlah Alasan Tes Kebangsaan Calon ASN KPK Dinilai Salah Kaprah

8. apakah pernah bertemu orang yang tersangkut perkara korupsi?

9. apakah pernah menggunakan fasilitas meeah seperti helikopter?

10. apakah pernah menggunakan barang mewah misal mobil mewah atau jam tangan mewah yang tidak mungkin dibeli dari gaji?

11. apakah sering membuang waktu dengan membuat pernyataan pers di luar wewenang dan tanggung jawab kerja demi mempopulerkan diri sendiri?

12. apakah anda tahu arti konflik kepentingan?\

13. apakah anda rangkap jabatan? (Pon)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Bagikan