Sarapan Penting bagi Tubuh

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Selasa, 09 Mei 2017
Sarapan Penting bagi Tubuh

Jangan ragu untuk memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna dalam sarapan Anda (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sarapan tak sekadar mengisi "bahan bakar" untuk memulai hari. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI Pangan) Indonesia, menjelaskan bahwa sarapan sehat seharusnya dapat memenuhi 25-30% dari total angka kebutuhan gizi (AKG) yang diperlukan setiap harinya. Gizi yang dibutuhkan ini terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan air.

Wied Harry Apriadji, penulis buku dan pakar kuliner sehat, menganjurkan untuk menghindari konsumsi sarapan dengan porsi yang mini atau sedikit. Porsi sarapan yang terlampau sedikit tidak akan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh Anda. Seorang ahli Nutrisi dari Amerika, Adelle Davis, bahkan pernah menyampaikan "Eat breakfast like a king, lunch like a prince, and dinner like a pauper." (Sarapanlah seperti raja, makan siang seperti seorang pangeran, dan makan malam seperti pengemis).

Perumpamaan tersebut merujuk pada porsi makanan di masing-masing waktu tersebut, karena pada kenyataannya, sarapan sangatlah penting. Menu sarapan yang sehat dan bergizi di pagi hari tentunya akan membuat tubuh Anda berenergi dan siap menjalani berbagai aktivitas seharian penuh. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan beberapa manfaat lainnya dari sarapan, yaitu:

1. Membuat otak lebih produktif

Ketika bangun pagi, rata-rata energi (glukosa dan glikogen) telah habis digunakan untuk beraktivitas di hari kemarin, juga proses di dalam tubuh selama tidur. Glukosa ini adalah "bahan bakar" yang diperlukan otak untuk bekerja secara baik. Tanpa bahan bakar ini, Anda akan sulit berkonsentrasi dan tidak produktif. Karena itulah Anda butuh sarapan. Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian terhadap para siswa yang sarapan dan tidak. Siswa yang sarapan rata-rata memiliki kemampuan mengingat lebih bagus dibandingkan yang tidak.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Rutin membiasakan diri untuk sarapan di pagi hari juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit. Namun, Anda juga harus pintar-pintar memilih menu makanan sehat, kaya nutrisi dan karbohidrat, untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh Anda agar lebih kebal terhadap serangan berbagai penyakit.

3. Membantu menurunkan berat badan

Sarapan membantu Anda untuk tetap merasa kenyang dalam waktu lama, sehingga menahan keinginan untuk mengemil yang tidak sehat. Ketika tidak sarapan, tidak ada makanan dalam tubuh, sehingga proses metabolisme melambat untuk menghemat kalori yang dibakar. Sarapan penting untuk memicu metabolisme, sehingga pembakaran kalori lebih efisien. Segala kegiatan yang Anda lakukan untuk membakar kalori pun lebih efektif, karena metabolisme Anda baik.

Nah, sekarang Sahabat Merahputih sudah tahu kan, sarapan di pagi hari itu sangatlah penting. Jadi mulai saat ini jangan abaikan waktu sarapan pagi Anda. Usahakan untuk bagun pagi lebih awal agar Anda memiliki waktu sarapan sebelum berkativitas.

Simak pula info menarik lainnya seputar kesehatan di sini: 5 Manfaat Luar Biasa Buah Pepaya Untuk Kesehatan.

#Tips #Tips Kesehatan #Makanan Pokok #Makanan Sehat #Sarapan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan