Saran Pengamat untuk Cegah Hoax di Pilkada Serentak 2018

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 05 Januari 2018
Saran Pengamat untuk Cegah Hoax di Pilkada Serentak 2018

Ilustrasi. (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tahun 2018 ini merupakan tahun politik yang diprediksi bakal cukup menguras energi bangsa. Pasalnya, terdapat 171 daerah di Indonesia yang akan memilih pemimpinnya pada Juni 2018.

Dari seluruh tahapan proses Pilkada, sejumlah kalangan menduga isu SARA bernuansa hoax dan hate speech bakal marak melalui sosial media. Hal itu, tak lepas dari tujuan politik yang ingin diwujudkan dalam pesta demokrasi Pilkada 2018.

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menuturkan, tujuan politik hoax dan hate speech tersebut bisa saja dalam rangka menjatuhkan sosok paslon tertentu dan partai pengusung serta partai pendukungnya.

"Padahal, politik itu harus mengedepankan moral," kata Emrus kepada wartawan, Jumat (5/1).

Karena itu, kata Emrus, kemenangan paslon yang diwarnai dengan penyebaran hoax dan hate speech, selain cacat moral demokrasi juga sangat tidak satria bagi pemenang.

"Ibarat dalam pertandingan final sepak bola piala bergengsi, kemenangan diperoleh melalui berbagai upaya seperti gol dari tindakan offside," tandasnya.

Untuk itu, Emrus menilai perlu dibentuk forum antar paslon dan parpol untuk mencegah dan mematikan pembiakan hoax dan hate speech yang bernuansa apapun. Termasuk mengeksploitasi SARA.

Sebab, bisa saja strategi SARA sengaja dipakai menggiring opini untuk mengedalikan follower ideologis.

"Forum antar paslon dan partai dapat digunakan mengklarifikasi yang mana info resmi partai atau kandidat. Dalam forum terjadi saling koreksi dan klarifikasi," jelasnya.

"Dengan demikian, pembiakan hoax dan hate speech di medsos akan dapat dicegah, atau paling tidak dinetralisir dampak buruk dari hoax dan hate speech, sehingga Pilkada 2018 dapat berlangsung dengan adu integritas, kapabilitas dan program dari para peserta kontestasi Pilkada," kata Emrus. (Pon)

Baca juga berita terkait lainnya di:

#Berita Hoax #Pilkada Serentak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Bandara Kertajati kabarnya dikuasai oleh militer Amerika Serikat. Hal itu terungkap lewat foto bendera AS yang berkibar di sana. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Mobil di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026. Lalu, apakah informasi itu bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan bisa membubarkan DPR lewat dekrit. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menghapus utang pensiunan PNS. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 23 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Nyatakan Indonesia dalam Kondisi Darurat, Kumpulkan Semua Pejabat Negara
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mengumpulkan semua pejabat negara. Ia menyatakan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Nyatakan Indonesia dalam Kondisi Darurat, Kumpulkan Semua Pejabat Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Singapura menyerang kapal perang RI yang sedang patroli di Selat Malaka. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Koperasi Merah Putih Buka Pinjaman Online Lewat WhatsApp
Koperasi Merah Putih dikabarkan membuka layanan pinjaman online lewat WhatsApp. Lalu, apakah informasi itu benar?
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Koperasi Merah Putih Buka Pinjaman Online Lewat WhatsApp
Indonesia
Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Laporkan Akun Medsos Penyebar Hoaks
Uya Kuya melaporkan akun media sosial yang menyebarkan hoaks soal dirinya memiliki 750 dapur MBG.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Dituding Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Laporkan Akun Medsos Penyebar Hoaks
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Minta Indonesia Dukung Donald Trump agar Negara Aman
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan meminta rakyat Indonesia untuk mendukung Presiden AS, Donald Trump. Apakah berita ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Minta Indonesia Dukung Donald Trump agar Negara Aman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran, Begini Fakta Sebenarnya
Indonesia dikabarkan mengirim bantuan rudal untuk Iran. Informasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama Rahmat Al Muhajir.
Soffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran, Begini Fakta Sebenarnya
Bagikan