Sandiaga Takut Politisasi Insiden Bocah Tewas Rebutan Sembako Monas

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 03 Mei 2018
Sandiaga Takut Politisasi Insiden Bocah Tewas Rebutan Sembako Monas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno khawatir ada upaya politisasi dalam musibah tewasnya dua orang anak saat acara pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu (28/4) lalu.

Menurut Wagub, publik harusnya memperhatikan kondisi keluarga korban yang masih berduka dan jangan malah menjadikan tragedi itu sebagai ajang permainan politik. "Ini keprihatinan tinggi kita kepada keluarga ananda Mahesa dan ananda Rizki. Mari kita tidak mempolitisasi musibah ini," kata Sandiaga, di Jakarta Utara, Kamis (3/5).

Sandiaga memastikan Pemprov sedang berupaya keras untuk memfasilitasi keluarga untuk bertemu dengan pihak penyelenggara. Untuk itu, dia sudah memerintahkan Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad. "Jadi pak Wali kemarin sudah dapat instruksi dari saya langsung. Pak Wali sedang berkoordinasi dan pemprov akan memfasilitasi," imbuh dia, dilansir Antara.

sembako monas
Panitia membawa balon untuk dilepaskan saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Acara Untukmu Indonesia diisi dengan pembagian sembako gratis, sunatan gratis serta pertunjukan seni budaya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Acara pembagian sembako tersebut mengakibatkan dua bocah di bawah umur bernama Rizki Syahputra (10) dan Mahesa Junaedi (12) tewas karena terinjak saat berdesakan dengan orang dewasa. Keduanya merupakan warga Pademangan Barat, Jakarta Utara.

Duet Gubernur Anies Baswedan itu melihat tragedi Monas itu sebagai bukti mirisnya ketimpangan taraf hidup masyarakat di ibu kota. Apalagi, kata dia, mereka harus berebut sembako hingga akhirnya memakan korban jiwa. "Untuk beras, minyak, dan mi saja mereka sampai harus berdesak-desakan," sesal Sandiaga.

Wagub juga memastikan Pemprov bakal berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas musibah yang berujung duka itu. "Saya merasa miris melihat jatuh korban jiwa akibat berebutan paketan sembako," tandas dia.

KPAI Dampingi Keluarga Korban

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan bakal mendampingi keluarga korban anak yang meninggal dalam acara pembagian sembako. Temuan awal KPAI menunjukkan insiden meninggalnya kedua bocah itu diduga karena terinjak-injak massa yang membanjiri kegiatan pembagian sembako.

"Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi, kuasa hukum keluarga korban meminta pendampingan KPAI," Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty, saat dikonfirmasi wartawan.

sembako monas
Sejumlah warga berdesakan untuk mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Acara Untukmu Indonesia diisi dengan pembagian sembako gratis, sunatan gratis serta pertunjukan seni budaya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Menurut Sitti, KPAI akan memanggil panitia penyelenggara pembagian sembako di Monas guna meminta klarifikasi atas insiden yang merenggut nyawa dua bocah. Dari pengakuan ibu korban AR, kata dia, dalam insiden meninggal anaknya itu panitia pembagian sembako tidak siap menyelenggarakan acara yang dihadiri massa yang besar.

Tolok ukurnya, kata Sitti, fasilitas kesehatan dan keamanan tidak seimbang dengan jumlah massa yang datang. "Seusai AR terinjak dan butuh pertolongan, AR dibawa ke tenda media untuk mendapat pertolongan tetapi pos kesehatan kosong dan tidak ada tenaga medis," katanya.

Ibu korban juga sulit membedakan peserta dan panitia karena tidak ada atribut yang jelas, terlebih rasio jumlah panitia tampak tidak sebanding dengan peserta. Kondisinya saat ini masih terpukul dengan kejadian meninggalnya sang buah hati dan beberapa kali pingsan serta tidak mau makan. (*)

#Sandiaga Uno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Sandiaga Ngaku Konsultasi agar PPP Masuk Parlemen
Pertemuan dimaksudkan sebagai konsultasi agar PPP pada 2029 bisa kembali ke Senayan.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Desember 2024
Temui Jokowi di Solo, Sandiaga Ngaku Konsultasi agar PPP Masuk Parlemen
Indonesia
Ridwan Kamil Bertemu Sandiaga Uno di Masa Tenang Pilkada Jakarta
Ridwan Kamil mengisi waktu dengan bersilaturahmi dan berbincang santai dengan Sandiaga Salahuddin Uno di bilangan Kebayoran Baru
Wisnu Cipto - Selasa, 26 November 2024
Ridwan Kamil Bertemu Sandiaga Uno di Masa Tenang Pilkada Jakarta
Indonesia
Akhiri Tugas sebagai Menteri, Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Sekjen UNWTO
Sandiaga Uno mengaku mendapat tawaran dari organisasi pariwisata dunia di bawah PBB atau United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Frengky Aruan - Senin, 21 Oktober 2024
Akhiri Tugas sebagai Menteri, Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Sekjen UNWTO
Indonesia
Jumlah Penonton MotoGP Indonesia di Mandalika Ditarget Tembus 120 Ribu
Pada 2023, MotoGP Indonesia dihadiri 102.929 penonton.
Frengky Aruan - Sabtu, 28 September 2024
Jumlah Penonton MotoGP Indonesia di Mandalika Ditarget Tembus 120 Ribu
ShowBiz
Reza Arap Ikhlas bila Kemenparekraf enggak Jadi Reimburse
Timnya Pak Sandi sudah kasih nomor pribadinya dan saat ini berkomunikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 25 September 2024
Reza Arap Ikhlas bila Kemenparekraf enggak Jadi Reimburse
Travel
Ancaman Megathrust, Sandiaga Uno Serukan Kewaspadaan Wisata Pesisir
Pemberian pelatihan kepada warga di kawasan pesisir wajib dilakukan dalam upaya mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Jumat, 13 September 2024
Ancaman Megathrust, Sandiaga Uno Serukan Kewaspadaan Wisata Pesisir
Indonesia
Ancaman Gempa Megathrust, Sandiaga Uno: Tetap Berwisata dengan Kewaspadaan
Ancaman gempa, menurut Menparekraf Sandiaga Uno, tidak terpisahkan dengan Indonesia.
Frengky Aruan - Kamis, 12 September 2024
Ancaman Gempa Megathrust, Sandiaga Uno: Tetap Berwisata dengan Kewaspadaan
Indonesia
Sandiga Uno Segera Tentukan Sikap di Pilkada Jabar
Menurut Sandi, rencana mengusung dirinya oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan datang tiba-tiba.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Agustus 2024
Sandiga Uno Segera Tentukan Sikap di Pilkada Jabar
Indonesia
Paket Wisata 3B Kemenparekraf Incar Kunjungan 24 Ribu Wisatawan
"Konsepnya kawasan Pemuteran, Buleleng, Kawah Ijen, Bromo, Banyuwangi balik ke Pemuteran (Kabupaten Buleleng) dengan paket," kata Menparekraf Sandiaga Uno
Wisnu Cipto - Senin, 12 Agustus 2024
 Paket Wisata 3B Kemenparekraf Incar Kunjungan 24 Ribu Wisatawan
Bagikan