Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sal Priadi Ceritakan Kisah Hidup di Maxi-Single Terbaru 'Markers and Such'

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 18 Maret 2022
Sal Priadi Ceritakan Kisah Hidup di Maxi-Single Terbaru 'Markers and Such'

Sal Priadi rilis Maxi-Single Terbaru 'Markers and Such' (Foto: dok. Sal Priadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAL Priadi merilis maxi-single terbaru berjudul Markers and Such yang memuat tiga buah lagu. Adapun daftar lagu tersebut antara lain yakni Kita Usahakan Rumah itu, Mesra-mesranya Kecil-kecilan Dulu, dan Lewat Sudah Pukul Dua Makin Banyak Bicara Kita.

Ketiga judul lagu tersebut memang tidak dipaksa efisien dan berlapis arti. Itu merupakan cerminan dari setiap liriknya yang bercerita begitu gamblang. Kamu akan memahami isi lagunya saat pertama kali mendengarnya.

Baca Juga:

Peringati Haul Nike Ardilla, Inka Christie Rilis Lagu 'Sahabat Sejati'

"Gue sempat stres karena merasa gue harus menulis karya dengan napas dan cara penyampaian yang sama dengan album pertama," ungkap Sal Pribadi pada siaran pers yang diterima merahputih.com.

Sal mengaku penulisan liriknya tidak mudah (Foto: dok. sal priadi)

Sal mengaku akhirnya dia bisa bebas, dan hanya ingin menulis apa yang dirasakannya saat itu. Hingga muncul tema-tema seperti rumah, anak dan istri.

Seperti halnya lagu Kita Usahakan Rumah Itu yang merupakan proyeksi rumah impian Sal dan keluarga yang sedang dituju. "Urusan perabotan dan wangi-wangian, ku serahkan pada seleramu yang lebih maju," tulis Sal dalam liriknya tanpa ada kiasan dan tanpa terdengar risi.

Mengenai penulisan lirik sal mengaku tidak mudah. Menurut sal prosesnya bukan hanya soal pengkaryaan, tapi bagaimana dia menerima bahwa dia sudah berubah secara hidup.

"Ketika gue menikah, perasaan gue terasa nyata. Tidak lagi mengawang akan sebuah perasaan seperti penciptaan karya yang terdahulu," ujarnya.

Sementara untuk lagu Mesra-mesraannya Kecil-kecilan Dulu merupakan bentuk kasih Sal sebagai seorang ayah kepada anak. Dia meilih kata, memilah nada hingga meluapkan emosinya teruntuk sang jagoan.

Belum ada nuansa seperti ini di karya Sal Priadi sebelumnya. Karya yang membuat ia sendiri tercekat dan menangis saat rekaman.

"Karena gue benar-benar sedang merasakan itu, Kalau di karya-karya sebelumnya, gue rekam dengan membalikan lagi perasaan dulunya seperti apa. Sedangkan ini, kali pertama gue menuliskan dan langsung menyanyikan perasaan yang sedang gue rasakan," jelas Sal Priadi.

Baca Juga:

Ungu Luncurkan Versi Baru Lagu 'Para Pencari-Mu'

Sal tidak sendiri dalam mewujudkan perasaanya. Seperti halnya lagu Rumah dan Mesra, turut melibatkan musisi sekaligus produser Petra Sihombing, sahabat Sal yang juga kini mengaru cerita hidup serupa dalam urusah rumah dan buah hati.

Kesamaan tersebut menghasilkan akselerasi proses kreatif untuk kedua lagu. "Apa yang dibikin sama Petra itu tidak mengada-ada rasanya. Semua porsinya tepat. Ada kedewasaan yang muncul di pemilihan instrumennya," kata Sal.

Sementara untuk lagu Lewat Sudah Pukul Dua, Makin Banyak Bicara Kita, Sal melibatkan kolaborator kepercayaaanya yaitu Mahatamtama Arya Adinegara dari kuartet pop Coldiac.

"Dia teman lama gue. Masalah percintaan, gue cerita ke dia. Begitu juga sebaliknya," ucap Sal.

Sesuai judulnya, lagu tersebut merupakan tangkapan momen ketika Sal dan istri kerap melewati percakapan berarti hingga pukul dua pagi.

"Gue dan dia itu relatif baru kenal. Lalu kita menikah dan punya anak. Sehingga proses perkenalannya kami lewati di masa ketika kami sudah menikah. Walaupun ketika pacaran, kami sering berbincang hingga larut juga. Lagu ini menangkap momen tersebut," tambah Sal.

Dari obrolan menarik, menjadi semakin tertarik. "Walaupun tua terkadang menyebalkan. Tapi janjinya selamanya menyenangkan," demikian lirik Pukul Dua pun menjadi surat cinta untuk Sal dan istri di masa mendatang. (ryn)

Baca Juga:

Mengusung Nuansa EDM, Tasha Bouslama Hadirkan Single 'Ku Ingin'

#Musik #Sal Priadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
Kanye West dipastikan menggelar konser 'Ye Live in Jakarta' pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Simak jadwal penjualan tiketnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
RESCENE kembali dengan special single 'Pretty Girl'. Lewat lagu ini, girl group K-pop tersebut mengajak pendengar memaknai kecantikan sebagai keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
Bagikan