Sajian Manis Negeri Aing Simbol Pembawa Hoki kala Imlek
Saat Imlek, sajian manis disuguhkan sebagai harapan akan keberuntungan. (foto: Unsplash/sarah mccutcheon)
IMLEK tak hanya meriah dengan dekorasi merah di berbagai sudut, berbagai kuliner khas Tionghoa pun menggoda untuk dicicipi.
Masyarakat Tionghoa memang merayakan Imlek dengan menggelar jamuan makan malam dengan menyuguhkan berbagai hidangan khas. Citarasanya beragam, dari yang gurih hingga yang manis. Yang pasti, setiap hidangan punya makna dan falsafah masing-masih.
Beberapa makanan manis dihidangkan sebagai harapan untuk masa-masa manis di tahun yang baru. Selain itu, makanan manis dipercaya membawa hoki di tahun yang baru.
BACA JUGA:
1. Kue mangkok
Umumnya kue mangkok yang dijumpai saat Imlek berwarna merah terang. Biasanya, kue mangkok diletakkan berdampingan dengan kue keranjang.
Kue mangkok merah melambangkan rezeki yang akan mekar sepanjang tahun. Selain itu, kue ini jadi lambang pengharapan akan rezeki melimpah yang tak terputus sepanjang tahun.
2. Kue keranjang
Kue keranjang yang manis dan lengket biasanya disusun bertumpuk berdampingan dengan kue mangkok merah. Selain jadi sajian khas Imlek, kue keranjang juga jadi buah tangan saat berkunjung ke saudara di hari Imlek.
Kue keranjang atau nian gao ini punya makna harapan untuk tahun baru yang lebih sejahtera. Tumpukan bersusun kue keranjang merupakan simbol harapan untuk kehidupan yang manis dan menanjak di tahun yang baru.
3. Lapis legit
Kue lapis legit punya rasa manis yang legit. Selain lapis legit biasa, ada juga variasi lapis legit dengan prune atau rasa pandan.
Sama seperti kue mangkok dan kue keranjang, lapis legit juga melambangkan rejeki yang belimpah. Lapis legit ini diharapkan bisa memberikan rejeki berlapis-lapis di tahun baru.
4. Manisan segi delapan
Manisan ini bukan berbentuk segi delapan, melainkan manisan yang ditata dalam kotak segi delapan. Manisan segi delapan dikenal juga sebagai tray of happines.
Sesuai dengan namanya, manisan segi delapan mengandung banyak makna. Biji teratai melambangkan kesuburan dan leci menjadi lambang keluarga yang kuat. Selain itu, angka delapan juga menjadi angka keberuntungan yang amat dipercayai orang Tionghoa.
5. Jeruk
Saat perayaan Imlek, buah jeruk sering kali diberikan kepada saudara atau tamu yang datang. Ternyata, bukan hanya karena rasanya yang manis dan segar, jeruk melambangkan rezeki yang berlimpah ruah.
Biasanya jeruk yang disajikan di saat Imlek ini masih memiliki tangkai dan daunnya. Jeruk utuh itu melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh.(dwi)
Bagikan
Berita Terkait
Permintaan Daging Naik, Pramono Pastikan Pasokan Aman Jelang Imlek dan Ramadan
Pemprov DKI Klaim Ketersedian Pangan Cukup Jelang Imlek dan Puasa
Lirik Lagu “Gong Xi Gong Xi” yang Selalu Mengiringi Perayaan Imlek
Tanggal Merah Februari 2026 Lengkap, Ada Long Weekend Imlek!
Jadi 'Surga' Penikmat Kuliner Premium Lobster dan Burger, Jakarta Kini Disetarakan dengan London dan New York
Pemerintah Gelar Imlek Festival 2026, Rayakan Kebhinekaan di Bulan Ramadan
Imlek Festival Perdana Usung Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Wagub Rano Karno Pastikan Persiapan Imlek 2026, Jakarta Light Festival Bakal Digelar
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Gelar Lomba Lampu dan Lampion Imlek di Pusat Perbelanjaan