Said Aqil: Klaim Trump Bentuk Penjajahan Gaya Baru
Pernyataan sikap solidaritas lintas agama di Kantor PBNU, Menteng Jakarta, Jumat (15/12). (Twitter @nahdlatululama)
MerahPutih.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan bentuk penjajahan baru.
"Klaim Trump atas Yerusalem ini bentuk penjajahan gaya baru," kata Said saat mengeluarkan pernyataan bersama dari tokoh lintas agama soal nasib Palestina di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (15/12), dilansir Antara.
Dia mengatakan Trump menunjukkan bahwa imperialisme dan kolonialisme hingga saat ini belum hilang. Klaim Presiden AS dari Partai Republik atas Yerusalem itu justru semakin menegaskan negara adidaya itu mendukung penjajahan Israel atas tanah Palestina.
Said bersama tokoh lintas agama mendesak dunia internasional untuk mengupayakan perdamaian di Israel-Palestina sehingga dapat hidup berdampingan.
Terkait Aksi Bela Palestina pada Minggu (17/12), Said mengatakan dirinya memberi keleluasaan bagi warga Nahdlatul Ulama untuk mengikuti kegiatan itu. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Masuk Dewan Perdamaian Ala Trump, Indonesia Klaim Tak Perlu Bayar Rp 17 Triliun
RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Taktik Wujudkan Solusi 2 Negara
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya