Saham Apple Jeblok, Wall Street Terjengkang

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 15 November 2018
Saham Apple Jeblok, Wall Street Terjengkang

Produk-produk Apple. (Dok./pixabay.com/@firmbee/CC0/free_image)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jebloknya saham Apple ditambah dengan penurunan saham-saham bank utama Amerika Serikat (AS) menyeret kejatuhan Wall Street saat penutupan perdagangan Rabu malam waktu setempat atau Kamis (15/11) pagi ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 205,99 poin atau 0,81 persen, menjadi ditutup di 25.080,50 poin. Indeks S&P 500 berkurang 20,60 poin atau 0,76 persen, menjadi berakhir di 2.701,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 64,48 poin atau 0,90 persen, menjadi 7.136,39 poin.

Wall Street ditutup melemah karena kerugian saham Apple. (IST)

Saham Apple jatuh 2,82 persen dan ditutup pada 186,78 dolar AS per saham. Saham perusahaan merosot ke dalam bear market karena diperdagangkan lebih dari 20 persen di bawah angka tertinggi sepanjang waktu baru-baru ini.

Analis Guggenheim Partners memprediksi anjloknya saham Apple ini akan terus berlanjut dengan potensi penurunan penjualan iPhone hingga 0,5 persen pada 2019.

iphone
phone produk andalan Apple Inc (Foto: appleinsider.com)

Saham-saham keuangan AS juga mundur setelah anggota Kongres Demokrat Maxine Waters mengatakan upaya pemerintah Donald Trump untuk mengekang regulasi perbankan "akan berakhir."

Saham JP Morgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing turun 2,06 persen dan 1,25 persen, pada akhir perdagangan. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi dan keuangan masing-masing turun 1,38 persen dan 1,29 persen, memimpin pelambatan.

Bahkan, saham utilitas PG&E terjun lebih dari 21 persen. Laporan yang dikutip Antara dari Xinhua menyebutkan Wall Street juga terus mengawasi data inflasi.

Aktivitas perdagangan saham di Wall Street. (europe1.fr)

Indeks Harga Konsumen AS (IHK) naik 0,3 persen pada Oktober, didorong kenaikan biaya gas, sewa dan kendaraan bekas, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Rabu (14/11).

Kondisi kejatuhan saham-saham di Wall Street kian memprihatinkan didorong kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Federal Reserve telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini dan diperkirakan akan naik sekali lagi sebelum akhir tahun. (*)

#Apple #Wall Street
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Tekno
iPhone 17e Diperkirakan Meluncur di Luar Tradisi Apple, Tidak Saat Awal Pekan
Salah satu perubahan yang paling dinantikan adalah dukungan pengisian daya nirkabel MagSafe.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
iPhone 17e Diperkirakan Meluncur di Luar Tradisi Apple, Tidak Saat Awal Pekan
Tekno
Bocoran iPhone Lipat: Apple Siapkan Baterai Terbesar Sepanjang Sejarah
iPhone lipat dikabarkan akan membawa baterai di atas 5.500mAh. HP ini kemungkinan rilis pada kuartal kedua 2026.
Soffi Amira - Rabu, 04 Februari 2026
Bocoran iPhone Lipat: Apple Siapkan Baterai Terbesar Sepanjang Sejarah
Fun
Update iOS 26.2.1 Resmi Dirilis, Ini Perubahan Pentingnya
Apple merilis update iOS 26.2.1 dengan dukungan penuh AirTag generasi kedua. Jangkauan pelacakan lebih jauh, speaker lebih keras, dan sistem lebih stabil.
ImanK - Rabu, 28 Januari 2026
Update iOS 26.2.1 Resmi Dirilis, Ini Perubahan Pentingnya
Tekno
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Siri versi "Campos" akan memiliki akses penuh ke seluruh aplikasi utama Apple, mulai dari Mail, Musik, Podcast, hingga aplikasi pengembang Xcode
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Tekno
Desain Rahasia Tesla Hingga Apple Berpotensi Dijual ke Kompetitor Buntut Data Engineering Luxshare Diretas 'RansomHub'
Hingga saat ini, baik pihak Luxshare maupun Apple masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman serius ini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Desain Rahasia Tesla Hingga Apple Berpotensi Dijual ke Kompetitor Buntut Data Engineering Luxshare Diretas 'RansomHub'
Tekno
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold diprediksi meluncur September 2026. Namun, iPhone Fold kabarnya tak membawa Dynamic Island.
Soffi Amira - Selasa, 20 Januari 2026
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Tekno
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Dari sisi desain, iPhone 18 Pro series membawa perubahan radikal. Apple berencana menyematkan sistem in-display Face ID,
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Tekno
iPhone 18 Pro Bakal Pakai Layar LTPO+ Canggih, Siap-Siap Ucapkan Selamat Tinggal ke Teknologi Dynamic Island
Saat ini, hanya Samsung Display dan LG Display yang dinilai memiliki kapabilitas untuk memproduksi massal panel LTPO+ sesuai standar ketat Apple
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
iPhone 18 Pro Bakal Pakai Layar LTPO+ Canggih, Siap-Siap Ucapkan Selamat Tinggal ke Teknologi Dynamic Island
Tekno
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Aplikasi Sports Alerts dan Countdowns juga membantu pengguna memantau jadwal penting
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Tekno
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
Wood menilai fokus Tim Cook pada inovasi teknologi kesehatan dan pemantauan tidur menjadikan produk ini sebagai langkah logis bagi warisan jangka panjang Cook
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
Bagikan