MerahPutih.com - Setelah bertahun-tahun hanya menjadi rumor, iPhone Fold akhirnya disebut semakin dekat dengan peluncuran resmi.
Perangkat ini digadang-gadang menjadi langkah pertama Apple masuk ke pasar ponsel lipat sebuah segmen yang selama ini didominasi pemain lama.
Sejak 2015, kabar soal iPhone lipat memang terus beredar. Namun Apple memilih menahan diri karena satu masalah klasik, garis lipatan di layar yang dinilai belum memenuhi standar kualitas mereka.
Kini, laporan terbaru mengindikasikan Apple mulai menemukan solusi nyata.
Baca juga:
iPhone Lipat Dirumorkan Rilis September 2026, Usung Layar Minim Lipatan
Fokus Apple: Layar Lipat
Salah satu kelemahan utama smartphone lipat saat ini adalah crease atau garis lipatan yang terlihat di bagian tengah layar. Masalah ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memengaruhi pengalaman pengguna.
Dalam pengembangan terbaru iPhone Fold, Apple disebut tidak hanya mengandalkan inovasi pada kaca layar, tetapi juga mengoptimalkan material pendukung di dalamnya.
Pendekatan ini berbeda dari kebanyakan produsen, karena Apple menargetkan tampilan layar yang benar-benar mulus mendekati pengalaman layar konvensional.
Kombinasi Ultra-Thin Glass dan Lem Canggih
Apple dikabarkan menggunakan teknologi ultra-thin glass (UTG) dengan desain ketebalan variatif. Area lipatan dibuat lebih tipis agar fleksibel, sementara sisi lain tetap tebal untuk menjaga daya tahan.
Namun kunci utamanya ada pada penggunaan optically clear adhesive (OCA) lem transparan berteknologi tinggi yang ditempatkan di antara lapisan layar.
Material ini berfungsi untuk:
Baca juga:
Samsung Bikin Kejutan: Galaxy S26 Kini Bisa AirDrop ke iPhone
- Menyebarkan tekanan saat layar dilipat dan dibuka
- Mengurangi titik stres yang memicu garis lipatan
- Menjaga lapisan layar tetap presisi
- Meminimalkan distorsi cahaya
Dengan karakteristik mikro-fluid, OCA mampu mengisi celah kecil yang terbentuk seiring pemakaian, sehingga tampilan layar tetap halus dalam jangka panjang.
Strategi Apple Masuk Pasar Foldable
Sebagai pemain baru, Apple memang datang lebih lambat dibanding kompetitor. Namun strategi ini justru dinilai sebagai langkah matang untuk menghadirkan produk yang benar-benar siap pakai.
Menurut laporan TrendForce, kehadiran iPhone Fold berpotensi langsung mendorong Apple masuk tiga besar pasar smartphone lipat global pada 2026, dengan estimasi pangsa pasar mencapai 19,3 persen.
Kekuatan ekosistem Apple serta loyalitas pengguna menjadi faktor utama yang diyakini akan mempercepat adopsi perangkat ini.
Baca juga:
iPhone 17e vs iPhone 16e: Perbandingan Lengkap, Performa, Kamera, dan Harga
Apple juga disebut mengembangkan teknologi tambahan seperti engsel berbahan liquid metal dan proses manufaktur presisi tinggi untuk memastikan daya tahan perangkat.
Semua inovasi ini mengarah pada satu tujuan: menghadirkan smartphone lipat yang tidak hanya canggih, tetapi juga nyaman digunakan dalam jangka panjang.

