Rutin Dilanda Banjir, Dewan PSI DKI Kawal Penambahan Pintu Air di Kedoya Selatan
Banjir akibat luapan Kali Cikeas dan Cileungsi Bogor
MerahPutih.com - Kawasan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, kerap dilanda banjir tiap tahunnya. Saat ini, wilayah tersebut terkena banjir paling kritis hingga ketinggian mencapai 130 cm.
Adapun, pengungsi-pengungsi dari banjir ini dievakuasi ke tiga titik, yaitu Kantor Kelurahan Kedoya Selatan, Masjid Tafrihul Mukminin, dan RA Al-Mardiyah.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Kevin Wu mengaku akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk membangun pintu air di Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, yang sedang dilanda banjir.
Kevin mengatakan komitmen tersebut ketika mengunjungi Kantor Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat, untuk menyapa warga dari 7 RT yang mengungsi karena banjir.
Baca juga:
DPR Minta Pemerintah Segera Kirim Bantuan ke Warga Terdampak Banjir
"Akan diusulkan untuk ditambah pintu air Pak ya. Itu akan menjadi perhatian bagi kami. Karena kejadian (banjir) ini berulang setiap tahun, artinya (pembangunan) ini adalah kebutuhan," tegas Kevin di Jakarta, Rabu (5/3).
Kevin menyatakan, akan mengawasi dan mengawal anggaran untuk pembangunan pintu air tersebut di DPRD DKI Jakarta.
"Sehingga, kami akan memperhatikan anggaran tersebut dan saya akan ikut mendorong agar itu bisa terlaksana," tuturnya.
Selain mengawal anggaran pembangunan pintu-pintu air, Kevin juga mengimbau kepada warga untuk menjaga kebersihan di saluran-saluran air. Sehingga, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir terutama pada musim hujan.
Baca juga:
Ungkap Alat Peringatan Dini Banjir di Kali Ciliwung Rusak, Legislator PSI Cecar Kinerja Pemprov
"Perlu edukasi masyarakat yang ketika saya saksikan di rumah pompa-pompa (di Jakarta Barat) itu sering bermasalah karena sampahnya yang nyangkut," tegasnya.
Menurut Kevin, masalah banjir yang melanda Jakarta dari tahun ke tahun sulit untuk diatasi tanpa partisipasi warga dalam memastikan kebersihan di saluran-saluran air yang ada, dimulai dari selokan-selokan di depan rumah mereka hingga sungai-sungai di seluruh ibu kota.
"Pompa air dijalankan tiga shift pun nggak akan sanggup menyelesaikan masalah seperti ini kalau masyarakatnya tidak diedukasi terkait dengan (bahaya) buang sampah sembarangan," ujarnya.
Baca juga:
Tinjau Banjir di Lapas Cikarang, Dirjenpas Pastikan Warga Binaan Aman
Ia mengajak semua kalangan masyarakat untuk berhenti membuang sampah-sampah mereka ke selokan-selokan, sungai-sungai, dan tubuh-tubuh air lainnya.
Pada kunjungan tersebut, Kevin juga menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan seperti mie instan, air minum kemasan, selimut, popok bayi, dan susu untuk bayi kepada 235 orang yang tengah mengungsi.
"Anak-anak balita, batita, bayi ini butuh minyak telon, ya minyak kayu putih ya, orang tua juga butuh pampers, anak butuh pampers. Nah ini yang coba kita galang," terangnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jalan Rusak di Jakarta Belum Bisa Diperbaiki, Gubernur: Masalahnya Bukan Biaya
Gubernur Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Awal Februari 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
PSI DPRD DKI Soroti Jalan Rusak Dampak Banjir, Minta Pemprov Bergerak Cepat
Angin Kencang Terjang Cilincing, 51 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
BPBD Semai Garam di Langit Tangerang Selatan Kurangi Cuaca Ekstrem di Jakarta
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
DPRD & Pemprov Jakarta Kompak, Proyek Normalisasi 3 Sungai Jadi Solusi Atasi Banjir
Blunder Andalkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Jakarta, Akar Masalahnya di Drainase