MERAHPUTIH.COM - PERJALANAN dengan kereta api kini makin meluas. Di lintas Sumatra Selatan dan Lampung, KA Rajabasa membuat jarak yang dipersingkat, keluarga yang kembali dipertemukan, serta aktivitas ekonomi yang terus bergerak.
Kereta api ini melayani relasi Kertapati–Tanjungkarang sejauh 389 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 9 jam 20 menit, menghubungkan dua provinsi yang saling terikat dalam keseharian masyarakatnya.
Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan KA Rajabasa menjadi bagian dari keseharian warga lintas provinsi. KA Rajabasa melayani perjalanan pelajar, pekerja, pedagang, hingga keluarga yang hendak bersilaturahim.
"Tarifnya terjangkau dan jadwalnya konsisten sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta dikutip Minggu (22/2).
Kepercayaan masyarakat tecermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan. Pada Januari 2025, KA Rajabasa melayani 54.987 pelanggan. Pada Januari 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 79.858 pelanggan atau tumbuh 45,23 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan mobilitas antarwilayah yang kuat dan berkelanjutan. Sebagai layanan Ekonomi PSO yang diamanatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan kepada KAI, KA Rajabasa menghadirkan tarif maksimal relasi terjauh sebesar Rp 32.000.
Baca juga:
1,3 Juta Tiket Kereta Api Jarak Ludes Diborong untuk Mudik, Efek Diskon Lebaran 2026
Dengan jarak hampir 400 kilometer, tarif tersebut membuka akses perjalanan yang luas bagi berbagai lapisan masyarakat. Perjalanan dimulai dari Palembang melalui Stasiun Kertapati dan berakhir di Bandar Lampung melalui Stasiun Tanjungkarang. Di sepanjang lintasan, kereta berhenti di sejumlah stasiun seperti Prabumulih, Baturaja, Martapura, Blambangan Umpu, Kotabumi, hingga Tegineneng.
Sepanjang perjalanan, penumpang bisa menikmati keindahan alam sekitar. Di sekitar Martapura, rumah kayu panggung berdiri di tepian jalur rel, berdampingan dengan kebun karet dan hamparan sawah. Pemandangan ini memperlihatkan wajah Sumatra bagian selatan yang hangat dan alami. Dari balik jendela kereta, perubahan lanskap dari kawasan perkotaan menuju perdesaan terasa jelas dan menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda.
KA Rajabasa dilengkapi fasilitas yang mendukung perjalanan jarak jauh. Pendingin udara menjaga suhu tetap nyaman, kursi berlapis kulit tersusun saling berhadapan dengan meja kecil dan colokan listrik, serta tersedia toilet di setiap rangkaian. Rak bagasi memudahkan penyimpanan barang, layanan makan dan minum tersedia selama perjalanan, dan petugas kereta memastikan perjalanan berlangsung aman serta tertib hingga tujuan.
Bagi masyarakat dari Jakarta dan berbagai kota di Pulau Jawa yang telah menggunakan kereta api jarak jauh dan tiba di Stasiun Gambir, perjalanan menuju Lampung dapat dilanjutkan dengan layanan bus DAMRI. Bus ini melayani rute langsung menuju Stasiun Tanjungkarang dengan kisaran tarif Rp 255.000 hingga Rp 390.000 tergantung kelas layanan.
Perjalanan tersebut sudah termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni sehingga penumpang dapat melanjutkan mobilitas di Sumatra dengan akses yang terintegrasi hingga stasiun tujuan.
KA Rajabasa menghadirkan perjalanan yang sederhana, terjangkau, dan relevan bagi kebutuhan mobilitas masyarakat. Lintasan sepanjang 389 kilometer ini terus menjaga konektivitas antarprovinsi sekaligus menjadi bagian dari cerita keseharian warga yang bergerak dari satu kota ke kota lain.(knu)
Baca juga:
Long Weekend Imlek, inilah 10 Stasiun Kereta Api yang Paling Padat, Pasar Senen di Urutan Pertama