MerahPutih Keuangan - Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sempat mendekati Rp14.000 per dollar AS.
Menurut data Bloomberg, Jumat (11/11) kurs rupiah terhadap dollar AS berada di posisi Rp13.450 per dollar AS. Mata uang rupiah melemah 310 poin atau 2,36 persen.
Rupiah melemah dibandingkan saat dibuka Rp13.394 per dollar AS tadi pagi. Bahkan, kemarin rupiah ditutup pada Rp13.138 per dollar AS.
Sejak dibuka tadi pagi, rupiah sempat menyentuh titik terendah Rp13.865 per dollar AS. Rentang gerak rupiah sepanjang hari ini berkisar Rp13.360-Rp13.873 per dollar AS. Dengan Yield to Date Return mencapai 4,71 persen.
Analis Riset FXTM Lukman Otunuga mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan cukup dalam karena sentimen negatif kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS masih membayangi pasar.
"Ada kekhawatiran di pasar Trump berpotensi memicu kekacauan politik dan global dalam situasi finansial yang rapuh dan penuh kegelisahan investor. Banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam periode ketidakpastian yang sensitif ini," katanya seperti dilansir Antara News.
Ia mengatakan ancaman Trump membatalkan sejumlah kesepakatan perdagangan membuat pelaku pasar pesimistis dan memicu aksi hindar terutama pada aset di negara-negara berkembang.
Sementara Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova, mengatakan kemenangan Donald Trump membuat suku bunga di Amerika Serikat bisa naik lebih cepat dari perkiraan.
"Nilai tukar rupiah yang masih mengalami depresiasi terhadap dolar AS lebih disebabkan faktor eksternal, terutama dari hasil pemilu presiden Amerika Serikat," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang juga masih khawatir kebijakan Donald Trump nantinya dapat memicu gejolak pasar keuangan dunia mengingat pernyataan-pernyataan kontroversial yang dia sampaikan saat kampanye. (Luh)
BACA JUGA:

