MerahPutih Keuangan - Akhir pekan ini gerak rupiah masih stabil di level Rp13.800-an per dollar Amerika Serikat (AS). Namun, terjadi penguatan seiring rencana pemerintah merilis paket deregulasi.
Data Bloomberg, Jumat (4/12) sore pukul 17:45 wib, menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di Rp13.834 per dollar AS. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat drastis 206 poin atau 1,51 persen. Rupiah terpantau ke Rp13.433 per dollar AS.
Sementara data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 12 poin ke Rp13.833 per dollar AS, dari penutupan kemarin di Rp13.845 per dollar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke 28,93 poin atau sekira 0,64 persen ke 4.508,45.
Sedang indeks 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,8 persen ke 777,59, Investor33 turun 0,81 persen ke 318,81, dan indeks JII turun 0,62 persen ke 592,9.
Hampir seluruh sektor terdampar di zona merah. Sektor industri mengalami penurunan tertinggi sebesar 1,33 persen disusul sektor konsumsi turun sebesar 1,13 persen. Hanya sektor perdagangan dan aneka industri yang naik, masing-masing 0,34 persen dan 1,3 persen.
Adapun volume transaksi sebanyak 199.739 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan 5,58 miliar lembar saham senilai Rp5,14 triliun.
"IHSG BEI terkena dampak pelemahan bursa Asia yang mayoritas ditutup melemah di akhir pekan ini (4/12) menyusul pelemahan bursa Wall Street di saat menanti data tingkat pengangguran setelah kinerja sektor jasa di AS melambat," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta seperti dikutip Antara.
BACA JUGA: