RSPI Sulianti Saroso Terima Pasien Diduga Corona, Kondisinya Kurang Baik

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Maret 2020
RSPI Sulianti Saroso Terima Pasien Diduga Corona, Kondisinya Kurang Baik

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara telah membuka pos pemantauan virus corona sejak 3 Januari 2020. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso menerima dua pasien dalam pengawasan terkait virus corona. Salah satu pasien itu merupakan rujukan dari rumah sakit swasta.

"Karena dikirim dari rumah sakit swasta di sini dan di sana sudah dirawat selama satu minggu dan pakai ventilator," kata Dirut RSPI Sulianti Saroso, Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3).

Baca Juga

Pemerintah Diminta Lakukan Sosialisasi, Komunikasi dan Edukasi Kesiapannya Hadapi Corona

Pasien dalam pengawasan rujukan dari rumah sakit swasta itu harus menggunakan ventilator lantaran kondisnya kurang baik.

"Jadi dikirim ke sini pakai ventilator, jadi umurnya 65 tahun dan ini ada memang kurang baik keadaannya," ujarnya.

Sementara itu, Syahril memastikan delapan pasien lainnya yang kini berada di ruang isolasi dalam kondisi baik. Dari delapan itu, dua orang telah dinyatkan positif terinfeksi virus corona. "Tetapi dari 8 yang ada alhamdulillah semuanya stabil baik," ujar Syahril.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso memberikan keterangan pada jurnalis di area rumah sakit di Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso memberikan keterangan pada jurnalis di area rumah sakit di Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)

Terkait dua pasien positif virus corona, lanjut Syahril, sudah tidak lagi mengalami demam maupun sakit tenggorokan. Namun, kedua pasien tersebut masih mengalami sedikit batuk-batuk.

"Begitu pula dengan yang kedua. Yang kedua kan ibunya, jadi masih batuk-batuk dikit ya, sesak nafas maupun demam tidak ada," jelas Syahril.

Syahril menegaskan semua pasien yang masuk ke ruang isolasi diperlakukan sama, baik pasien dalam pengawasan maupun positif terinfeksi corona.

Baca Juga

Tamu dan ASN yang Masuk ke Balai Kota Diperiksa Suhu Tubuhnya

Namun, kata Syahril, sejumlah pasien dalam pengawasan saat datang ke RSPI Sulianti Saroso mengalami demam, batuk dan pilek.

"Jadi sesak nafas tidak ada dan tidak pakai oksigen, kecuali yang satu itu pakai ventilator," pungkasnya. (Pon)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan