RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 12 Maret 2020
RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA

Ilustrasi-Gambar Ruang Nusa Indah di RSUP Sanglah, Denpasar (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali merawat 12 pasien dengan status dalam pengawasan.

"Pagi ini terbaru, kita merawat ada 12 pasien dalam pengawasan, tadi hasil laboratorium sudah ke luar enam dan bersyukur keenamnya negatif sedangkan enam pasien lainnya masih dalam pengawasan dan menunggu hasil laboratorium," ujar Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar dr. I Wayan Sudana, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (12/3).

Baca Juga:

RSPI Pulangkan Dua Pasien yang Sembuh Virus Corona

Dari 12 pasien tersebut, 9 di antaranya meruapakan warga negara asing. Sementara 3 orang lainnya merupakan WNI. "Jadi hari ini totalnya ada 12, karena pasien baru tadi pagi datang sehingga jadi 12, kalau kemarin kan ada 11. Jadi sekarang hampir setiap hari ada masuk ya," tegasnya.

Ia mengatakan terhadap enam pasien dengan hasil negatif tersebut masih akan dicek kembali kesehatannya dan segera bisa dipulangkan.

"Sesuai dengan mekanisme standarnya kemarin, pasiennya itu sudah bagus secara fisik, setelah turun hasil labnya, nanti dokter akan cek sekali lagi dan kemungkinan besar bisa dipulangkan. Nanti juga konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Bali. Tadi pagi juga informasi dari Kabupaten Klungkung mau ada masuk satu," kata dr. I Wayan Sudana.

Seorang pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Hankou, Wuhan, memberikan isyarat jempol kepada tim kesehatan dari Second Military Medical University, Senin (27/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaNews)
Seorang pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Hankou, Wuhan, memberikan isyarat jempol kepada tim kesehatan dari Second Military Medical University, Senin (27/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaNews)

Ia menjelaskan untuk kapasitas di RSUP Sanglah sudah disiapkan 18 kamar untuk pasien dalam pengawasan COVID-19. "Mulai dari pertama kita siapkan empat, menjadi enam dan bertambah saat ini menjadi 18 kamar.

Selain itu, untuk tenaga medis Ia mengatakan semua perawat yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk penanganan - penanganan pasien infeksi semua akan ditarik dari beberapa ruangan itu.

"Ini kita atur setiap penambahan kita tarik lagi, jadi bagaimana penggunaan tenaga medis seefisien mungkin," jelasnya.

Baca Juga:

Sebanyak 24 Pasien Positif Virus Corona Diprediksi Bakal Sembuh

Sedangkan untuk dokter spesialis, sebagaimana dikutip Antara, sangat cukup dan tidak ada masalah. Ada tim yang akan bertugas di antaranya terdiri dari dokter untuk penyakit paru, dokter spesialis konsultan penyakit tropis, dari radiologi dan anestesi. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan