RS Persahabatan Periksa 31 Pasien 'ODP'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Maret 2020
RS Persahabatan Periksa 31 Pasien 'ODP'

Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, (tengah) saat konferensi pers di ruang Asma RSUP Persahabatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan mencatat jumlah pasien berkriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah sepuluh orang hingga Kamis ( siang.

"ODP kemarin sore ada 29 orang, pagi ini masih dua diperiksa tapi tidak dirawat. Totalnya 31 ODP," kata Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah dalam konferensi pers di Ruang Asma RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur (5/3).

Baca Juga

Tamu dan ASN yang Masuk ke Balai Kota Diperiksa Suhu Tubuhnya

ODP tersebut seluruhnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami gejala seperti demam dan batuk tanpa ada pengaruh kontak langsung atas singgah di negara terjangkit.

Ruang isolasi untuk pasien "suspect" pengidap virus corona yang disediakan oleh RSUD Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Ilustrasi: Ruang isolasi untuk pasien "suspect" pengidap virus corona yang disediakan oleh RSUD Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Seluruh pasien berkriteria ODP diperkenankan untuk pulang, namun tetap dalam proses pemantauan. Proses pemantauan dilakukan oleh petugas Posko Pemprov DKI sesuai dengan laporan yang disampaikan petugas medis RSUP Persahabatan.

"Kalau pasien pulang bukan tanggung jawab rumah sakit lagi. ODP ini belum tentu jadi pasien, kami berikan laporan rutin setiap hari ke posko Dinkes DKI, nanti petugas dinas yang pantau," katanya.

Baca Juga

Pemerintah Diminta Lakukan Sosialisasi, Komunikasi dan Edukasi Kesiapannya Hadapi Corona

Bagi ODP, sebagaimana dikutip Antara, disarankan oleh tim medis untuk beristirahat di rumah dan rutin melaporkan keberadaannya. Terkait dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlahnya masih tetap sepuluh orang.

"Pasien isolasi (PDP) tetap kami lakukan prosedur seperti biasa masih tunggu laporan Litbangkes," katanya. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan