KUINTET alternatif rock asal Bogor, Rrag, baru saja melepas maxi-single berjudul "Pelikan" dan "Bayang" secara bersamaan di pelbagai platform musik digital. Keduanya dirilis melalui Bandcamp dan The Store Front.
Dalam pembuatan "Pelikan", Rrag turut dibantu oleh Bayu Azni dari Swellow untuk departemen liriknya. Sebuah interpretasi penuh spontanitas dari sebuah pemandangan yang Bayu saksikan melalui layar televisinya kala itu.
Rrag melakukan rekaman di Bens Records, sebuah studio yang bisa dibilang menjadi saksi sejarah dari lahirnya band-band muda potensial dari Bogor, juga dengan para pendahulunya.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
“Tadinya iseng aja rekaman tiga lagu di Bens ‘n Co Records dan belum tau output-nya bakal gimana. Akhirnya kita memutuskan dibikin maxi-single biar beda dari rilisan sebelumnya,” ungkap gitaris sekaligus vokalis dari Rrag Acil melalui keterangan resmi kepada Merahputih.com, Kamis (27/4).
Sementara itu, "Bayang" direkam bersama Deni Noviandi yang juga pernah membidani Texpack dan Swellow. Maxi-single yang terdiri dari tiga track ini mengemas keresahan-keresahan minor yang dirasakan oleh masing-masing kepala di dalam Rrag.
"Bayang" menjadi kumpulan pengalaman terbaru yang menjadi rangsangan mereka untuk tetap bersenang-senang di tengah rutinitas bekerja dan bertahan hidup. Spontanitas dan fleksibiltas waktu sebagai dasar dari prosesnya. Tanpa ekspektasi yang melangit.
Adapun penggarapannya sebenarnya telah cukup lama, yakni sejak pertengahan tahun 2019, bertepatan setelah rilisnya EP Eter. Adalah Damas selaku gitaris yang menemukan reff-nya terlebih dahulu, lalu disusul oleh Bayu dengan balutan liriknya.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
Memadukan arsiran gitar pop hangat dan notasi selayak arum manis yang berpadu lirik Bahasa Indonesia, ketiga lagu di "Bayang" menempel dan habis tanpa kita sadari, menyisakan sensasi untuk kembali mengunyah dan mengulanginya lagi.
Masa lalu, kota, dan terjebak hujan bersama orang yang tidak diharapkan menjadi paket kegelisahan menyenangkan yang disuguhkan Rrag.
“Kami, sih, nggak ada ekspektasi apa pun. Kalo ada yang suka, kami bersyukur dan ikut senang. Kalo nggak juga kami tetap bersyukur, karena masih bisa bersenang-senang lewat media ini (musik),” tutup Acil. (far)
Baca juga: