MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan membantah pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang menyebut perombakan besar-besar 1.125 pegawai ditingkat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berbau politis.
Anies pun menegaskan, bahwa dirinya memiliki wewenang mengutak-atik pejabat di Pemprov DKI, karena sudah melewati 6 bulan mengemban tugas sebagai pemimpin DKI.
"Artinya sebetulnya Gubernur punya wewenang melakukan rotasi 6 bulan setelah menjabat dan lalu kalau misalnya urusannya Pilkada ya saat itulah kan ini tidak," kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (27/2).
Rotasi dan mutasi ribuan pejabat tersebut, menurut Anies, dinilai dari kinerja pegawai saat bekerja di Pemprov DKI. "Ini soal kinerja tahun," tuturnya.
Anies menyebut Prasetyo sedang berimajinasi dengan mengaitkan adanya dugaan politisi soal perombakan ribuan pegawai di Pemprov DKI.
"Imajinasi orang boleh-boleh saja ya kita tidak bisa mengarang pikiran orang," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menuding perombakan pejabat besar-besaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bermuatan politis.
"Ini aneh ini buat saya dan tempat-tempat itu kok berbaunya politis sekali," kata Prasetyo Selasa (26/2) kemarin. (Asp)