Romi Ajak Generasi 'Now' Jadi 'Buzzer' Berita Positif
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kiri). (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengajak generasi zaman now untuk menjadi buzzer (penyebar) berita positif di dunia maya.
Anak muda, kata Romi, didorong untuk melawan para penyebar berita hoax dan berita negatif. "Caranya dengan membuat berita-berita yang benar dan sesuai fakta," kata Romi saat menjadi pembicaran di acara Kemah Bahasa Arab dan Muktamar Ithl ke VI , di Universitas Islam Negri di Yogyakarta, Jumat (24/11).
Politikus PPP itu menjelasakan, saat ini ada banyak pihak luar yang ingin menghancurkan persatuan dan perdamaian di Indonesia dengan berbagai macam cara.
Salah satunya menyebarkan kebencian dan perpecahan melalui pemberitaan berbalut isu agama. Berita dan informasi hoax soal ajaran-ajaran agama banyak disebar di dunia maya untuk menyulut kebencian dan perpecahan.
"Saat ini profesi buzzer ada yang kerjaannya dibayar untuk membuat berita atau video mem-bully atau menjelek-jelekkan. Atau memuji dan membangga-banggakan sesuatu yang salah. Ini yang harus disadari generasi zaman sekarang,"katanya.
Romy mengajak ribuan mahasiswa Islam yang berkumpul di UIN, untuk aktif membuat berita atau informasi yang melawan berita-berita negatif dan hoax tersebut.
Ia percaya, mahasiswa yang berpendidikan tinggi dan cerdas mampu membuat perubahan demi mempertahankan persatuan dan kedamaian bangsa.
"Maka, kami mengajak adik-adik generasi milenial yang lahir sesudah tahun 1995 untuk mempertahankan nilai-nilai kebinekaan dan persatuan dalam Pancasila dengan bentuk menyebarkan konten yang positif dan benar," katanya.
Selain itu, Romi juga mengimbau generasi milenial untuk lebih kritis dan mencari tahu kebenaran suatu berita. Generasi remaja diminta tidak asal menyebarkan berita dan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
"Jadi, kalau dapat BC (pesan berantai) informasi atau berita, klarifikasi dulu ke sumber atau orang yang tepat. Jangan langsung forward atau sebar ke media sosial," tegasnya.
Ia juga mendorong generasi remaja untuk mempercayai pemberitaan dari media mainstrem yang sudah dipercaya.
Pasalnya perusahaan media sangat berhati-hati dan sudah mengklarifikasi kebenaran suatu informasi sebelum menayangkan suatu berita. "Meski ada banyak juga situs tidak terpercaya yang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian," katanya. (Teresa Ika)
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra Hanya Cuma Pencitraan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Perintahkan Semua Kantor Desa Diaudit, Menkeu Purbaya Didemo Para Kades