Romi Ajak Generasi 'Now' Jadi 'Buzzer' Berita Positif

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 25 November 2017
Romi Ajak Generasi 'Now' Jadi 'Buzzer' Berita Positif

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kiri). (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengajak generasi zaman now untuk menjadi buzzer (penyebar) berita positif di dunia maya.

Anak muda, kata Romi, didorong untuk melawan para penyebar berita hoax dan berita negatif. "Caranya dengan membuat berita-berita yang benar dan sesuai fakta," kata Romi saat menjadi pembicaran di acara Kemah Bahasa Arab dan Muktamar Ithl ke VI , di Universitas Islam Negri di Yogyakarta, Jumat (24/11).

Politikus PPP itu menjelasakan, saat ini ada banyak pihak luar yang ingin menghancurkan persatuan dan perdamaian di Indonesia dengan berbagai macam cara.

Salah satunya menyebarkan kebencian dan perpecahan melalui pemberitaan berbalut isu agama. Berita dan informasi hoax soal ajaran-ajaran agama banyak disebar di dunia maya untuk menyulut kebencian dan perpecahan.

"Saat ini profesi buzzer ada yang kerjaannya dibayar untuk membuat berita atau video mem-bully atau menjelek-jelekkan. Atau memuji dan membangga-banggakan sesuatu yang salah. Ini yang harus disadari generasi zaman sekarang,"katanya.

Romy mengajak ribuan mahasiswa Islam yang berkumpul di UIN, untuk aktif membuat berita atau informasi yang melawan berita-berita negatif dan hoax tersebut.

Ia percaya, mahasiswa yang berpendidikan tinggi dan cerdas mampu membuat perubahan demi mempertahankan persatuan dan kedamaian bangsa.

"Maka, kami mengajak adik-adik generasi milenial yang lahir sesudah tahun 1995 untuk mempertahankan nilai-nilai kebinekaan dan persatuan dalam Pancasila dengan bentuk menyebarkan konten yang positif dan benar," katanya.

Selain itu, Romi juga mengimbau generasi milenial untuk lebih kritis dan mencari tahu kebenaran suatu berita. Generasi remaja diminta tidak asal menyebarkan berita dan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Jadi, kalau dapat BC (pesan berantai) informasi atau berita, klarifikasi dulu ke sumber atau orang yang tepat. Jangan langsung forward atau sebar ke media sosial," tegasnya.

Ia juga mendorong generasi remaja untuk mempercayai pemberitaan dari media mainstrem yang sudah dipercaya.

Pasalnya perusahaan media sangat berhati-hati dan sudah mengklarifikasi kebenaran suatu informasi sebelum menayangkan suatu berita. "Meski ada banyak juga situs tidak terpercaya yang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian," katanya. (Teresa Ika)

#DPP PPP #Muhammad Romahurmuziy #Berita Hoax
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kabarnya meminta rakyat menggunakan Solar karena harga Pertamax naik.
Soffi Amira - 35 menit lalu
[HOAKS atau FAKTA]: Jubir Kementerian ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Program MBG Dihentikan Karena Dana Operasional?
BGN dikabarkan mengentikan sementara program MBG, karena dana operasional tak cukup. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Program MBG Dihentikan Karena Dana Operasional?
Indonesia
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
BGN membantah tuduhan soal keuntungan MBG yang diberikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
BGN Bantah Tuduhan Keuntungan MBG Mengalir ke Prabowo, Masyarakat Diminta Jangan Percaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Roy Suryo Dibebaskan dari Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Roy Suryo dikabarkan dibebaskan dari kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Roy Suryo Dibebaskan dari Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Bandara Kertajati kabarnya dikuasai oleh militer Amerika Serikat. Hal itu terungkap lewat foto bendera AS yang berkibar di sana. Apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Mobil di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026. Lalu, apakah informasi itu bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan bisa membubarkan DPR lewat dekrit. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mau menghapus utang pensiunan PNS. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 23 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Dikabarkan Mau Hapus Utang Pensiunan PNS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Nyatakan Indonesia dalam Kondisi Darurat, Kumpulkan Semua Pejabat Negara
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan mengumpulkan semua pejabat negara. Ia menyatakan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat.
Soffi Amira - Senin, 18 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Nyatakan Indonesia dalam Kondisi Darurat, Kumpulkan Semua Pejabat Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Singapura menyerang kapal perang RI yang sedang patroli di Selat Malaka. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Bagikan