Rolls-Royce Akhiri Produksi Dawn
Pensiun setelah delapan tahun produksi. (Foto: Rolls-Royce)
SETELAH hampir delapan tahun, matahari akhirnya terbenam untuk produksi mobil konvertibel terbaik Rolls-Royce, Dawn. Merek tersebut melaporkan model itu sebagai mobil konvertibel paling laris dalam sejarah pabrikan mobil super mewah asal Inggris itu.
Saat menciptakan Dawn, Rolls-Royce ingin menarik pembeli yang lebih muda, mereka yang tertarik pada mobil-mobil yang lebih 'fesyen'. Untuk menciptakan Dawn, Rolls-Royce bermula dari Wraith versi coupe, namun mereka tidak ingin sesederhana 'memotong atap'.
Akhirnya Rolls-Royce merombak penuh Wraith yang menjadi basis Dawn, menghilangkan garis-garis yang tidak perlu, dan 80 persen panelnya tetap berasal dari Wraith. Rolls-Royce mengungkapkan Dawn dibuat untuk semakin menyempurnakan line-up mereka yang sudah apik.
Baca juga:
Rolls Royce Rilis Boat Tail Ketiga, Mobil Spesial untuk Para Sultan
"Mobil yang luwes dan mengalir, membungkus penumpangnya dengan pengalaman berkendara yang asyik, kabin yang nyaman, namun tetap privat dan apik," ungkap Rolls-Royce saat mengakhiri produksi Dawn.
Pabrikan itu sempat mempertimbangkan untuk memberikan Dawn sebuah atap keras atau hardtop, tapi akhirnya tetap memilih atap kain dengan menggunakan campuran bahan dari kasmir. Meski dengan atap kanvas, Rolls-Royce tetap mengklaim mobil itu sebagai konvertibel paling senyap di dunia.
Rolls-Royce terkenal dengan kendaraannya yang nyaman dikendarai. Menurut perusahaan itu, seorang jurnalis Amerika diduga pernah mengendarai Dawn pada saat gempa berkekuatan 3,6 SR, namun tetap merasa nyaman di dalam mobil tanpa merasakan guncangan berarti.
Baca juga:
Rolls-Royce Spectre Bisa Bertahan hingga 400 Tahun, Apa Benar?
Dawn tampil perdana di Frankfurt Motor Show pada 2015 silam. Model itu saat meluncur memiliki mesin v12 berkapasitas 6.600 cc, dilengkapi dengan turbo ganda yang mampu memuntahkan tenaga 563 dk dan torsi 779 Nm.
Meski dengan segala bobotnya yang cukup berat, mesin itu mampu membawa Dawn berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 4,9 detik, dan mampu meraih kecepatan tertinggi hingga 255 km/jam. Satu-satunya yang lambat adalah kecepatan melipat atapnya, menghabiskan waktu sekitar 20 detik.
Belakangan, Rolls-Royce menambahkan versi Black Badge ke varian Dawn, membuat output tenaga mesin V12-nya meningkat hingga menjadi 593 dk dan torsi bisa mencapai 840 Nm. Tentu akselerasi dan kecepatan penuhnya bisa lebih kencang lagi.
Rolls-Royce saat ini tengah mengembangkan coupe listrik Spectre. Belum jelas bila perusahaan akan membuat versi konvertibel lainnya untuk menggantikan Dawn yang telah pensiun. (waf)
Baca juga:
Rolls-Royce Umumkan Lambang Baru 'Spirit Of Ecstasy'
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Changan Lumin dan Deepal S07 Mejeng di IIMS 2026, ini Spesifikasi dan Harganya
Hyundai dan Kia Patenkan Sistem 'NOS Listrik', Performa EV Siap-Siap Jadi Gila Tanpa Boros Baterai
iCAR Debut di IIMS 2026, Perkenalkan V23 dengan Gaya Retro Modern
Mata Genit Changan Lumin Goda Pengunjung IIMS 2026, Cek Spesifikasi dan Harganya
SUV Listrik LEPAS E4 Debut Global di IIMS 2026, Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
Jeep Pamer Ketangguhan Wrangler dan Gladiator di IIMS 2026 Demi Manjakan Pencinta Adrenalin
Jaecoo Ajak Pengunjung IIMS 2026 Rancang Desain J5 EV
Changan Unjuk Gigi di IIMS 2026, Bawa Teknologi Global dan Produksi Lokal
Mazda Tancap Gas di IIMS 2026, Perkenalkan The New CX-60 Sport
Changan Debut di IIMS 2026, Siap Garap Potensi Besar Pasar Otomotif Nasional