Ritual Khas Imlek, Melepas Burung Pipit Mengharap Keberuntungan
Burung Pipit siap dilepas masyarakat Tionghoa saat perayaan Imlek, Kota Serang, Banten, Rabu (3/2). (Foto MerahPutih/SR)
MerahPutih Budaya – Perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa tak hanya identik dengan memberi angpao. Masyarakat Tionghoa biasanya melepas burung pipit sebagai kebiasaan menyambut datangnya tahun baru.
Humas Vihara Avalokitesvara, Asaji Manggala Putra, mengatakan melepas burung pipit ternyata memiliki arti tersendiri. Ritual melepas hewan ke alam liar ini dipercaya memberi pengaruh kepada peruntungan dan kehidupan.
Ritual melepas burung pipit harus dilakukan dengan sikap welas asih guna menjaga keseimbangan alam.
“Burung pipit ini akan dilepas tepat pada saat perayaan Imlek. Sebagai simbol memohon ampun pada yang kuasa,” katanya di Kota Serang, Rabu (3/2).
Ia mengatakan, berdasarkan kisah yang ditulis dalam kitab Lie zi, tradisi membeli dan melepaskan binatang atau yang juga dikenal dengan sebutan Fang Sheng, sudah dilakukan kurang lebih sejak 2.300 tahun yang lalu di daratan Tiongkok.
Kebiasaan tersebut kini dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Pabean, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, tepatnya di sekitar Vihara Avalokitesvara. Pada momen-momen tertentu, mereka menjual burung pipit di sekitar vihara untuk keperluan ritual Fang Sheng.
Seperti yang dilakukan oleh Yusman, ia mengaku kerap mencari burung-burung pipit di persawahan untuk dijual kembali. Tak tanggung-tanggung, Yusman membawa ratusan burung kecil itu di kandang bertingkat. “Ada yang bisa beli sampai ratusan ekor,” tuturnya. Satu ekor burung pipit dibanderol seharga Rp5.000-Rp10.000.
Ritual Fang Sheng bisa disaksikan saat perayaan Imlek yang jatuh pada 8 Februari 2016 mendatang. (SR)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Wagub Rano Karno Pastikan Persiapan Imlek 2026, Jakarta Light Festival Bakal Digelar
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Gelar Lomba Lampu dan Lampion Imlek di Pusat Perbelanjaan
Pramono Ingin Warga Jakarta Dibikin Senang Saat Imlek, Tebar Diskon Belanja
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Menelusuri Asal Usul Perayaan Cap Go Meh
Perayaan Imlek Jadi Simbol Akulturasi Berbagai Budaya di Jakarta
Fang Teh, Tradisinya Pagi Hari Pertama Tahun Baru Imlek Simbolkan Harapan Keberuntungan
Ekspresi Kebebasan Barongsai di Perayaan Imlek, Makin Eksis di Ruang Publik Sejak Dibebaskan Presiden Gus Dur
Arus Balik Long Weekand Padati Stasiun, 37.579 Penumpang Tiba di Jakarta
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili/2025, Imlek Bagian Rayakan Keberagaman