Rinca, Pulau Instagrammable dengan 3 Rute Tracking

Rina GarminaRina Garmina - Sabtu, 13 Mei 2017
Rinca, Pulau Instagrammable dengan 3 Rute Tracking

Ada lebih dari 2 ribu komodo berdiam di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur. (Foto: tourism.nttprov.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ada lebih dari 2 ribu komodo berdiam di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur. Namun, kehadiran satwa yang langka ini tidak membuat nyali para pelancong ciut. Tracking tetap menjadi pilihan turis saat berkunjung ke Pulau Rinca.

Pulau seluas 19 ribu hektare ini menawarkan 3 rute tracking, yaitu short, medium dan long. Perjalanan short tracking atau jalur pendek membutuhkan waktu sekira 1,5 jam. Sedangkan jalur panjang alias long tracking menghabiskan waktu tempuh hingga 3 jam.

Bagi sejumlah pelancong, jalan kaki di Pulau Rinca menantang karena Anda bisa saja tiba-tiba bertemu komodo saat di perjalanan. Dengan alasan tersebut, tidak heran kalau wisatawan wajib ditemani ranger atau penjaga. Biasanya, turis dapat menemukan para ranger di Gerbang Loh Buaya yang merupakan pintu masuk ke Pulau Rinca.

Bermodalkan setongkat kayu bercabang di ujungnya, para ranger siap memandu dan mengawal wisatawan berjalan di Pulau Rinca. Mereka pulalah yang akan mendampingi Sahabat MerahPutih menelusuri sarang komodo. Berhati-hati merupakan kunci utama saat Anda tracking di Pulau Rinca.

Apalagi komodo memiliki warna mirip dengan bebatuan dan biasanya terlindung bayangan pohon sehingga Anda sulit mengenalinya. Komodo adalah karnivora yang dapat mengejar mangsanya dengan kecepatan 20-30 kilometer per jam. Satwa yang dilindungi ini juga punya indera penciuman yang tajam, bahkan ia dapat mencium bau darah dari jarak jauh. Perempuan yang sedang menstruasi disarankan lapor terlebih dahulu kepada anger atau petugas pulau agar lebih diperhatikan.

Di Pulau Rinca, komodo-komodo itu dapat berkeliaran dan mencari mangsa dengan bebas. Wisatawan bisa melihat buktinya dari sisa-sisa tengkorak hewan seperti kerbau dan domba yang sudah mengering. Tengkorak itu adalah korban komodo.

Namun, pemandangan indah di sepanjang jalur tracking membuat komodo tidak lagi menjadi satwa yang menakutkan. Dari atas bukit di Loh Buaya, Sahabat MerahPutih dapat melihat pulau-pulau kecil terhampar di lautan berwarna biru. Pemandangan ini wajib diabadikan, terutama oleh Anda yang gemar mengunggah foto ke Instagram.

Penasaran ingin menikmati keindahan Pulau Rinca? Segera agendakan jadwal liburan Anda ke sana.

#Komodo #Wisatawan #Turis Asing #Liburan #Flores #Wisata Flores #Pulau Rinca #Pulau Komodo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Rina Garmina

Cooking Mama :)
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KM Yukai Karam dan Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Selamatkan 13 Wisatawan
Sebanyak dua kapal wisata yang kebetulan berada di sekitar lokasi, langsung memberikan pertolongan dengan menggunakan sekoci untuk mengevakuasi wisatawan dan awak kapal dari KM Yukai.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
KM Yukai Karam dan Tenggelam di Labuan Bajo, Tim SAR Selamatkan 13 Wisatawan
Lifestyle
IOITE 2026 Hadirkan Solusi Lengkap Rencana Outing Perusahaan dan Perjalanan Insentif Karyawan
Pameran ini mempertemukan kebutuhan perusahaan seputar corporate outing, gathering, perjalanan insentif, serta team building bersama para pelaku industri.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IOITE 2026 Hadirkan Solusi Lengkap Rencana Outing Perusahaan dan Perjalanan Insentif Karyawan
Indonesia
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Flores hari ini berkekuatan M 5,1 mengguncang kawasan Manggarai, NTT pada 8 September 2026. Cek info gempa BMKG terbaru, lokasi pusat gempa, dan peringatan lengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Indonesia
Di Tengah Pemulihan Gempa NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Erupsi 6 Menit Pagi Tadi
Erupsi Lewotobi Laki-laki Flores terjadi pada pukul 07.35 WITA dengan intesitas kolom abu tebal yang bertiup ke arah barat daya dan barat selama 6 menit.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Di Tengah Pemulihan Gempa NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Erupsi 6 Menit Pagi Tadi
Indonesia
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
BMKG mencatat 8.330 gempa susulan mengguncang Flores, NTT, hingga 27 Agustus 2026. Aktivitas mulai menurun dan isu gempa M8,1 picu tsunami dibantah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
Indonesia
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur kembali normal setelah wilayah tersebut diguncang gempa.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Merah Putih Kasih
Momen JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa di Manggarai
Tim JHL Foundation menyerahkan bantuan kepada warga di Desa Welong dan Desa Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 23 Agustus 2026
Momen JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa di Manggarai
Lifestyle
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Robert De Niro, kata Monaghan, langsung memberikan saran kepadanya untuk segera kembali berlibur ke Indonesia supaya bisa melihat komodo.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Indonesia
Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Kebakaran hutan dan lahan di Labuan Bajo, NTT, hanguskan 25 hektare. BNPB sebut cuaca kering dan angin kencang jadi faktor. Api kini mulai terkendali.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
 Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Bagikan